Berita Sleman Hari Ini
Jelang Iduladha, Pandai Besi di Sleman Kebanjiran Pesanan
Jika hari-hari biasa Wijiono hanya menerima 10 pesanan per hari. Namun jelang Iduladha ia menerima lebih dari 16 pesanan per hari.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jelang Iduladha, permintaan pisau khusus pemotongan hewan kurban meningkat.
Hal itu disampaikan oleh pandai besi asal Seyegan, Sleman, Wijiono (57).
Ia mengatakan peningkatan permintaan sudah terasa sejak pekan ini.
Biasanya ia hanya membuat celurit untuk petani.
Namun saat permintaan pisau untuk memotong kurban mulai banyak.
"Biasanya cuma bikin untuk petani. Sekarang sudah banyak yang minta untuk memotong kurban. Banyaknya pisau untuk mengelet dan membelah tulang," katanya, Kamis (23/06/2022).
Jika sebelumnya ia hanya menerima 10 pesanan per hari.
Baca juga: Penjual Hewan Kurban di Kapanewon Seyegan Sleman Bagikan Tips Merawat Hewan Ternak yang Baik
Jelang Iduladha ia menerima lebih dari 16 pesanan per hari.
Selain lebih tajam, pisau buatannya pun lebih awet.
Namun tergantung pada pemakaian.
"Misalnya pisau untuk ngelet (menguliti), ya hanya untuk ngelet saja. Kalau untuk motong tulang ya bisa patah. Tapi kalau memotong tulang, ada sendiri, yang besar," terangnya.
Tak butuh waktu lama baginya untuk membuat sebilah pisau atau sabit.
Hanya butuh waktu satu jam, sabit atau pisau sudah bisa digunakan.
Selama pengerjaan, ia menggunakan gergaji listrik, sehingga lebih cepat.
"Kalau di rumah bikinnya paling cuma satu jam. Jadi bisa ditunggu,"lanjutnya.
Selain membuat pisau dan sabit, ia juga menerima jasa reparasi sabit hingga cangkul. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jelang-Iduladha-Pandai-Besi-di-Sleman-Kebanjiran-Pesanan.jpg)