Penyelidikan Tewasnya Balita Buya Arrazy yang Tertembak, Kapolres Tuban: Tidak Ada Unsur Kesengajaan

AKBP Darman mengatakan peristiwa meninggalnya putra balita Buya Arrazy yang tertembak merupakan murni kecelakaan serta tidak ada unsur kesengajaan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Kompas TV/Achmad Ilyas
Ilustrasi Senjata api - Balita ulama KH Arrazy Hasyim tewas tertembak senjata api milik pengawal yang dimainkan anak lima tahun di Tuban Jawa Timur. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kapolres Tuban AKBP Darman mengatakan peristiwa meninggalnya putra balita Buya Arrazy yang tertembak merupakan murni kecelakaan serta tidak ada unsur kesengajaan.

Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Peristiwa itu diduga merupakan kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan. 

Balita tiga tahun putra ulama KH Arrazy Hasyim itu, diberitakan sebelumnya, tewas tertembak ketika senjata api yang ditinggal sang pengawal untuk beribadah, digunakan untuk mainan oleh anak lima tahun lainnya.

Baca juga: Saat Polisi Pengawal Salat, Balita Buya Arrazy Tertembak Senjata Api dan Meninggal, Ini Kronologinya

Polisi pengawal keluarga KH Arrazy Hasyim sedang menunaikan salat zuhur ketika terjadi letusan tembakan dari senjata api milik anggota tersebut.

Putra Buya Arrazy yang masih balita berusia tiga tahun tewas tertembak dengan luka di bagian dagu dekat leher.

Senjata api yang ditinggalkan pengawal Buya Arrazy saat salat zuhur itu ternyata telah diambil dan dimainkan oleh seorang anak lainnya yang berusia 5 tahun. 

Secara tak sengaja, senjata api itu meletus dan mengenai balita Buya Arrazy hingga akhirnya meninggal dunia. 

Peristiwa ini diduga merupakan kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan. Tribun Jogja mengutip dari laporan kompas.com, disebutkan bahwa seorang anak berusia tiga tahun, putra ulama dan mubalig kondang KH Arrazy Hasyim, tewas tertembak senjata api milik polisi yang mengawalnya.

Balita tersebut tewas pada Rabu (22/6/2022) sekitar pukul 13.30 WIB.

"Telah terjadi kelalaian sehingga terjadi kecelakaan seorang anak laki-laki kecil putra salah satu ulama yang terjadi Kecamatan Palang, Tuban," kata Kapolres Tuban AKBP Darman, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (22/6/2022).

Anak bermain senjata api 

Kronologi peristiwa itu bermula ketika Buya Arrazy beserta keluarganya berkunjung ke rumah mertuanya di Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Pengawal Buya Arrazy berinisial M kala itu sedang menjalankan shalat zuhur.

Ketika hendak salat, senjata milik M diambil oleh anaknya yang pertama berinisal H (5), dan dipakai bermain bersama korban.

Di luar dugaan, terjadi letusan tembakan dari senjata api tersebut dan mengenai korban hingga tewas di lokasi kejadian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved