Pilpres 2024
PILPRES 2024 : Jaring Bakal Capres dan Cawapres, PAN Kota Yogya Minta Masukan dari Muhammadiyah
Rakerda ini digulirkan secara khusus untuk menjaring bakal calon presiden dan wakil presiden sebagai persiapan Pilpres 2024.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Yogyakarta siap menggelar agenda rapat koordinasi daerah (Rakerda) pada 26 Juni 2022 mendatang.
Rakerda ini digulirkan secara khusus untuk menjaring bakal calon presiden dan wakil presiden sebagai persiapan Pilpres 2024.
Sebagai informasi, melalui 'PAN Memilih 2024', partai politik berlogo matahari terbit itu melakukan penjaringan besar-besaran di tingkat daerah.
Nantinya, terdapat lima nama bakal capres dan cawapres dari masing-masing kabupaten dan kota di DIY, yang akan digodog dalam Rakerwil.
Selanjutnya, DPW akan mengerucutkan menjadi delapan nama saja, untuk diusulkan di forum Rakernas kisaran Agustus 2022.
Ketua DPD PAN Kota Yogyakarta, Arif Noor Hartanto, pun menjelaskan sebelum Rakerda digelar, jajarannya kini mulai terjun ke akar rumput, untuk menampung aspirasi warga masyarakat.
Termasuk di dalamnya, mendengar suara dan masukan dari persyarikatan Muhammadiyah.
Menurutnya, aspirasi dari Muhammadiyah bakal menjadi pertimbangan PAN dalam penjaringan bakal capres dan cawapres via Rakerda mendatang.
Sejauh ini, pihaknya telah mengagendakan untuk sowan ke Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Yogyakarta dalam waktu dekat.
"Begitu juga dengan organisasi-organisasi otonom Muhamadiyah. Mulai dari Asyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, hingga AMM. Kami mendengar suara kebatinan dari persyarikatan, mengenai calon presiden yang dikehendaki kedepan," cetusnya, Senin (20/6/2022).
Di samping itu, pria yang akrab disapa Inung tersebut telah menginstruksikan kepada seluruh pengurus harian DPD, untuk menemui sebanyak mungkin kalangan masyarakat di Kota Yogyakarta.
Dengan begitu, nama-nama yang muncul di Rakerda nanti adalah murni kehendak dari publik.
"Grounded riset istilahnya, mendengar suara-suara langsung yang diberikan masyarakat. Jadi, memang harus rutin untuk berkomunikasi. Jangan sampai prosesnya terkesan elitis, tanpa mendengar masyarakat. Pengurus harus membuka telinga selebar-lebarnya," tandasnya.
Oleh sebab itu, karena nama yang muncul adalah murni masukan dari masyarakat, ada kemungkinan bakal capres dan cawapres yang diusulkan pun berasal dari figur-figur yang populer di survei.
Mulai dari Ganjar Pranowo, Prabowo, Subianto, ataupun Anies Basewdan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/logo-pan_20170827_085018.jpg)