Membaca Nilai Tukar Rupiah Yang Berpotensi Melemah Hingga Rp 15.000

Kenaikan suku bunga bank sental Amerika Serikat (The Fed) sebesar 75 basis poin masih menjadi penekan laju rupiah melemah.

Editor: ribut raharjo
dok.istimewa
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Membaca Nilai Tukar Rupiah Yang Berpotensi Melemah Hingga Rp 15.000 

"Selain itu, penyempitan likuiditas karena bank dalam posisi mengejar pertumbuhan kredit yang tinggi pasca-pandemi melandai tapi terhalang oleh kenaikan tingkat suku bunga," sambungnya.

Menurutnya, perebutan dana antara pemerintah dan bank dalam menjaga tingkat pembiayaan defisit anggaran akan membuat dana deposan domestik berpindah ke surat berharga negara.

"Crowding out sangat membahayakan kondisi likuiditas di sektor keuangan," paparnya.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengungkapkan, tetap ada beberapa instrumen keuangan yang bisa jadi pilihan investasi saat era suku bunga tinggi.

Pertama, instrumen yang dianggap tahan guncangan saat ada kenaikan suku bunga adalah emas dan surat utang negara atau SUN.

"Jadi, sektor yang akan diuntungkan, pertama tentunya banyak investor akan cenderung masuk ke safe haven ataupun aset yang relatif aman. Misalnya emas, kemudian surat utang pemerintah karena ada kenaikan tingkat suku bunga," ujarnya.

Kemudian, instrumen selanjutnya yang bisa jadi pilihan investasi adalah reksa dana pendapatan tetap, produk deposito, dan saham sektor konsumer.

"Selain itu, ada deposito dan sektor yang masih cukup positif sebenarnya sektor consumer goods atau sektor yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Sebab, kalau inflasi meningkat, artinya terjadi kenaikan permintaan," kata Bhima.

Dengan itu, berarti permintaan untuk kebutuhan pokok akan tetap tinggi karena walaupun harga naik, tetap akan dibutuhkan oleh masyarakat.

"Karena masyarakat akan fokus untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan mengurangi belanja barang-barang yang sifatnya sekunder maupun tersier," pungkasnya.

Tetap Subsidi

Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan subsidi kepada masyarakat, baik itu subsidi BBM terutama solar maupun subsidi listrik.

“Walaupun beban fiskal kita berat, pemerintah sudah berkomitmen untuk terus memberikan subsidi kepada masyarakat, baik yang berkaitan dengan BBM terutama solar, yang berkaitan dengan gas dan listrik. Ini yang terus kita jaga,” kata Jokowi.

Meskipun demikian Presiden meminta Kementerian dan Lembaga, untuk melakukan efisiensi belanja anggaran sebanyak-banyaknya. Termasuk di dalamnya perusahaan BUMN. “Agar pemerintah memiliki kelonggaran fiskal,” katanya.

Jokowi juga meminta agar produksi energi terutama minyak terus ditingkatkan. Sehingga sumber energi Indonesia tidak bergantung pada impor.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved