Breaking News:

Berita Bantul Hari Ini

Menteri BUMN Erick Thohir Dorong Perempuan Bantul Mandiri dan Berdaya

Sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi, digelar Pasar Murah BUMN dan Festival UMKM BUMN, Kabupaten Bantul di Lapangan Paseban

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Stafsus III Kementerian BUMN, Arya Sinulingga hadiri Pasar Murah BUMN dan Festival UMKM BUMN, Kabupaten Bantul di Lapangan Paseban Sabtu (11/06/2022) kemarin 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi, digelar Pasar Murah BUMN dan Festival UMKM BUMN, Kabupaten Bantul di Lapangan Paseban, Sabtu (11/06/2022) kemarin.

Acara yang diprakarsai oleh Kementerian BUMN ini diikuti oleh puluhan UMKM dari Kabupaten Bantul.

Stafsus III Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir mendorong pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bantul melalui kontribusi BUMN dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Salah satunya melalui program Mekaar yang bisa membantu masyarakat terutama kaum perempuan bisa mandiri dan berdaya melalui usaha yang dilakukan.

Baca juga: Hari Kedua Operasi Patuh Progo 2022 di Kota Yogyakarta, Polisi Temukan Beberapa Pelanggaran 

Adapun acara ini dihadiri oleh lebih dari 3.000 nasabah Mekaar dan masyarakat Kabupaten Bantul. Arya juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan titik kesembilan yang diselenggarakan sebagai hasil kolaborasi dari 7 Perusahaan BUMN, yaitu Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC), Jasa Raharja, Pupuk Indonesia, Adhi Karya, Jaminan Kredit Indonesia, Virama Karya, dan Taspen.

Sebagai BUMN penyedia sembako murah adalah RNI (ID Food).

Ia juga menyampaikan bahwa target Menteri BUMN Erick Thohir dalam menurunkan kemiskinan di Kabupaten Bantul dilakukan melalui langkah intervensi yang dilakukan oleh BUMN.

"Tujuan acara ini untuk membantu. Kalau kata Pak Erick Thohir, kalau tidak bisa membantu paling tidak bisa meringankan" ujarnya.

Lebih lanjut Arya menyampaikan bahwa BUMN menawarkan bantuan kepada keluarga pra sejahtera yang ada di Kabupaten Bantul, bukan hanya berupa Pasar Murah tapi juga pinjaman usaha tanpa agunan yang ditawarkan melalui program Mekaar.

"Tercatat hingga kini, sebanyak hampir 30 ribu Ibu-Ibu di kabupaten Bantul telah terbantu berkat program Mekaar," ungkapnya.

Salah satu peserta UMKM binaan BUMN, Sulardiyono yang juga pemilik usaha batik tulis "Munk Batik Corner" mengatakan bahwa dirinya akhirnya bisa berpartisipasi kembali ke dalam kegiatan bazar UMKM setelah selama 2 tahun ke belakang ini kondisinya sepi akibat pandemi.

"Sebelumnya saya sempat membuka stand di bazar namun ternyata penjualan saya tidak bagus karena pengunjung pemerannya sepi, sekarang Alhamdulilah ramai dan produk saya banyak terjual," ungkapnya.

Baca juga: DPP Kulon Progo Usulkan Jatah Vaksin PMK Ternak Sekitar 10 Ribu Dosis

Ia juga mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM ini memerlukan kesempatan memamerkan produknya hingga ke mancanegara. 

Terkait hal tersebut, Arya Sinulingga minimpali bahwa Kementerian BUMN melalui BUMN telah melakukan business matching di Turki sepekan lalu, dan kedepannya kegiatan yang sama akan terus didorong untuk dilakukan di berbagai Negara lainnya dengan mengundang UMKM berkualitas binaan BUMN.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Kementerian BUMN dan seluruh BUMN yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini. Bupati berharap pasar murah dan bazar UMKM ini bisa menjadi upaya pemulihan ekonomi menuju kesejahteraan rakyat.

"Pemerintah Kabupaten Bantul juga telah meluncurkan banyak program pemulihan ekonomi, di antaranya dengan membuka kembali hubungan bisnis ekonomi yang sempat terhenti dan menciptakan kolaborasi baru antar pengusaha dengan fasilitasi pemerintah," ungkap Bupati. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved