Hilang Sebulan, Wanita Paruh Baya Asal Temanggung Magelang Ditemukan Meninggal di Lereng Sumbing

Wanita paruh baya, Muntiyah (62), warga Banjaran, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ditemukan meninggal dunia

Dok Humas Polres Magelang
Proses evakuasi korban oleh petugas gabungan, Senin (13/06/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Wanita paruh baya, Muntiyah (62), warga Banjaran, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ditemukan meninggal dunia di selokan petak perhutani Sidoposo, perbatasan Kecamatan Kaliangkrik dan Kajoran, pada Minggu (12/06/2022) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kasi Humas Polres Magelang, AKP Abdul Muthohir membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia mengatakan jenazah Muntiyah pertama kali ditemukan oleh saksi pertama yakni Sumad (32), ketika berburu ke hutan.

Baca juga: Komarudin Susul Jandia Eka Putra dan Fandi Eko ke PSS Sleman

"Kemudian, saat akan buang air besar dia (saksi pertama) mencium bau menyengat. Lalu, oleh saksi dicari asal bau menyengat tersebut dan didapati sesosok jenazah yang tergeletak diselokan atau sungai kecil yang mengalir dengan posisi sudah tengkurap," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (13/06/2022).

Ia melanjutkan, kemudian saksi pertama  melapor ke saksi kedua yakni Lilik Setiawan (38) terkait penemuan jenazah tersebut.

Lalu, kedua saksi pun melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Kaliangkrik.

"Polisi pun mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan diskusi untuk penanganan korban. Hasil diskusi dengan Muspika karena situasi dan cuaca tidak memungkinkan dilakukan evakuasi. Maka, dilanjutkan pada pagi harinya sambil mempersiapkan tim yang akan mengevakuasi korban," terangnya.

Kemudian pada hari ini, Senin (13/06/2022) sekitar pukul 08.00 WIB dilakukan evakuasi terhadap jenazah korban.

Adapun, tim evakuasi terdiri dari inafis Polres Magelang , Polsek Kaliangkrik , Dokter Puskesmas, serta tim relawan dari desa tersebut.

Baca juga: Tak Diizinkan Berjualan di Zona Dua Candi Borobudur, Pedagang Asongan Mengadu ke Pemprov Jateng

"Setelah ditemukan dan dilakukan pengenalan ternyata benar korban adalah saudari Muntiyah, yang pergi dari rumah sejak satu bulan yang lalu. Setelah itu, jenazah di evakuasi ke rumah duka dan dilaksanakan pemeriksaan luar ( Visum Et Repertum )," terangnya.

Sementara itu, lanjut Thohir, terkait kejadian tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.

"Penyebab korban meninggal dunia karena linglung tidak bisa pulang, tersesat di hutan," ungkapnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved