Selalu Sakit Saat Berhubungan Intim? Mungkin Anda Mengalami Kelainan Ini
Vaginal septum adalah suatu kelainan yang menyebabkan vagina sakit saat melakukan hubungan intim
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com - Vaginal septum merupakan kondisi bawaan akibat sistem reproduksi wanita yang tidak berkembang sepenuhnya sejak janin masih ada di dalam kandungan.
Vaginal septum adalah suatu kelainan yang menyebabkan vagina terbagi menjadi dua area atau saluran, baik secara vertikal maupun horizontal.
Penyebab vaginal septum
Dilansir dari WebMD, organ reproduksi wanita idealnya berkembang sekitar enam minggu di dalam rahim. Pada perkembangan normal, duktus mulleri (cikal bakal saluran reproduksi wanita) akan berdiferensiasi menjadi tabung falopi/buluh rahim, rahim, mulut rahim, dan bagian atas vagina.
Namun ada kondisi mutasi menyimpang yang disebut dengan anomali mullerian. Hal ini dapat menyebabkan vaginal septum terbentuk.
Kelainan organ reproduksi ini baru diketahui setelah seorang wanita mengalami pubertas atau masa akil baligh. Jenis Vaginal septum Vaginal septum dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan bentuk penghalangnya yaitu:
1. Vaginal septum vertikal
Vaginal septum vertikal atau memanjang menggambarkan dinding jaringan fibrosa yang membentang di sepanjang vagina. Ini membagi vagina menjadi dua saluran. Vaginal septum vertikal biasanya non obstruktif, artinya tidak menghalangi aliran darah menstruasi. Namun, seseorang mungkin mengalami rasa sakit selama aktivitas seksual.
Gejala vaginal septum vertikal yaitu: Perdarahan pervarginam yang terjadi terus-menerus Sakit selama aktivitas seksual Nyeri saat haid
2. Vaginal septum transversal
Orang dengan kelainan vaginal septum transversal memiliki penghalang berupa dinding melintang yang terbentuk selama proses pembuahan yang menyumbat vagina. Kondisi ini dibedakan menjadi dua yaitu vaginal septum transversal lengkap dan vaginal septum transversal berlubang. Pada vaginal septum transversal lengkap, dinding melintang dapat menghambat aliran darah menstruasi.
Sementara itu, pada septum transversal berlubang, jaringan hanya memblok sebagian vagina, sehingga masih ada lubang yang mungkin bisa dilalui aliran menstruasi.
Gejala vaginal septum transversal: Sakit perut berkepanjangan Periode menstruasi lebih lama, 4-7 hari Sama sekali tidak haid atau disebut amenore Pengumpulan darah menstruasi di vagina atau dikenal sebagai hematokolpos sehingga cairan tersebut berubah warna menjadi gelap.
Baca juga: Apakah Wanita Bisa Hamil Meski Sperma Dikeluarkan di Luar Vagina?
3. Hemi vagina yang tersumbat
Pada hemi vagina, terdapat septum yang menghalangi dan membagi setengah area dari vagina. Kondisi ini menyebabkan wanita mengalami siklus menstruasi yang normal di satu bagian, sementara di area lain terjadi penyumbatan. Pada beberapa kasus ada pula yang mengalami didelphis atau rahim ganda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/vagina-mrs-v-ilustrasi.jpg)