PSIM Yogyakarta

Jodi Kustiawan Bertahan di PSIM Yogyakarta, Ini Faktornya

PSIM Yogyakarta resmi mempertahankan Jodi Kustiawan untuk semusim ke depan.

Tayang:
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi PSIM Yogyakarta
Jodi Kustiawan bertahan di PSIM Yogyakarta untuk musim kompetisi Liga 2 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta resmi mempertahankan Jodi Kustiawan untuk semusim ke depan.

Pemain yang musim lalu dipercaya memakai ban kapten ini, adalah pemain ke-11 yang dipertahankan manajemen Laskar Mataram jelang bergulirnya kompetisi Liga 2 2022.

"Saya senang bisa kembali memperkuat PSIM Yogyakarta lagi untuk musim yang baru," kata Jodi, Kamis (9/6/2022).

Bertahannya Jodi di PSIM Yogyakarta mengindikasikan sang pelatih, Imran Nahumarury tak ingin mengubah banyak pondasi tim yang sudah terbentuk cukup apik musim lalu.

Bahkan pada kompetisi Liga 2 2021 kemarin PSIM Yogyakarta nyaris promosi jika saja sukses menang di laga pamungkasnya melawan Dewa United.

Baca juga: Resmi Dikenalkan PSIM Yogyakarta, Rifal Lastori Respon Soal Dirinya Bawa Tuah bagi Klub Liga 2

Dengan hasil itu Laskar Mataram punya modal bagus  untuk mengarungi musim kompetisi yang baru.

Apalagi tekad dari manajemen, pelatih, permainan, serta suporter sudah satu suara untuk menargetkan promosi musim ini.

Sebelumnya Jodi Kustiawan ramai diperbincangkan hengkang ke klub yang bermarkas di Sumatera, yakni Semen Padang. 

Tampaknya keluarga menjadi salah satu faktor kuat Jodi memilih bertahan di Laskar Mataram.

Sebagaimana diketahui, istri dan anaknya yang baru lahir setahun lalu tinggal di Yogyakarta.

Hal tersebut membuat pemain kelahiran Ngawi, Jawa Timur itu berat untuk bekerja jauh dari keluarga kecilnya. 

“Selain saya masih punya hutang di PSIM Yogyakarta , karena musim lalu gagal membawa tim ini ke Liga 1. Terlebih saya punya anak kecil usia 15 bulan, saya ingin melihat tumbuh kembangnya secara langsung, bagi saya itu tidak ada obatnya dan tidak bisa dinilai dengan apa pun. Tidak bisa dipungkiri, istri dan anak saya yang selalu memberi semangat tersendiri ketika saya mau berangkat latihan setiap harinya. Itulah alasan saya musim ini tidak menerima pinangan dari tim mana pun kecuali PSIM Yogyakarta ,” beber Jodi.

Pemain yang sempat membela PSS Sleman itu berharap musim ini dirinya bisa memberikan peforma terbaiknya untuk melunasi hutang membawa tim berlogo Tugu Pal Putih itu kembali ke kasta tertinggi liga Indonesia.

“Kalau untuk target, yang pasti saya akan berusaha semaksimal mungkin dan akan memberikan performa terbaik saya bagi PSIM Yogyakarta . Dan untuk hasilnya nanti, semoga Tuhan dan alam semesta merestuinya amin,” tandas Jodi.

Baca juga: Sempat Indisipliner di Timnas U19, Manajemen PSIM Yogyakarta Percaya Serdy Ephyfano Sudah Lebih Baik

Musim lalu, pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini tampil sebanyak 13 kali laga dengan total menit bermain sebanyak 1156′ menit.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved