UPDATE Aktivitas Gunung Merapi Senin 6 Juni 2022: Ada 8 Kali Guguran Lava Pijat, Jarak Luncur 1,8 Km

Hal tersebut teramati oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selama enam jam mulai 00.00-06.00 WIB.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi pada 30 Mei 2022 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.GOM, SLEMAN - Gunung Merapi terpantau mengeluarkan delapan kali guguran lava pijar ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 1,8 km, Senin (6/6/2022).

Hal tersebut teramati oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta selama enam jam mulai 00.00-06.00 WIB.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi, mengatakan secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan. 

Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 17-18 °C, kelembaban udara 71-99 persen dan tekanan udara 653-688 mmHg.

“Secara visual, gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-30 m di atas puncak kawah,” katanya.

Gempa guguran terjadi sebanyak 28 kali dengan amplitudo 3-34 mm berdurasi 47,3-171,2 detik.

Hybrid/fase banyak terjadi sebanyak 13 kali dengan amplitudo 3-16 mm, S-P 0,5-0,8 detik berdurasi 5,3-10,4 detik.

Vulkanik dangkal terjadi sebanyak 2 kali dengan amplitudo 66-75 mm berdurasi 12,5-15,4 detik.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini berada di level III atau siaga,” bebernya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved