Terminal Dhaksinarga Gunungkidul Bangun Area Kuliner
Terminal Bus Dhaksinarga Wonosari Gunungkidul akan membuka area kuliner yang bisa diakses oleh umum. Proses pembangunan pun hingga kini
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Terminal Bus Dhaksinarga Wonosari Gunungkidul akan membuka area kuliner yang bisa diakses oleh umum.
Proses pembangunan pun hingga kini masih berlangsung di area terminal.
Pengatur Lalu Lintas Terminal Dhaksinarga, Aris Farwanto mengatakan pusat kuliner tersebut dibangun di sebagian lahan parkir Angkutan Desa (Angkudes).
Baca juga: Desa Sadar Kerukunan: Empat Tempat Ibadah Berdiri Harmonis di Kampung Karanggede Bantul
"Peletakan batu pertama sudah kami lakukan di akhir Maret lalu," kata Aris pada Senin (06/06/2022).
Menurutnya, pusat kuliner dibangun di kawasan tersebut untuk mengoptimalkan lahan yang ada. Sebab selama ini pemanfaatan lahan parkir angkudes terbilang minim.
Selain optimalisasi lahan, Aris mengatakan gagasan pembangunan pusat kuliner tersebut bertujuan untuk menghidupkan suasana terminal. Sekaligus membantu peningkatan ekonomi pelaku usaha.
"Nantinya pusat kuliner ini akan dikelola oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Gunungkidul," ujarnya.
Aris mengatakan pengelolaan area kuliner menggunakan skema pinjam-pakai. Rencananya, operasional area kuliner Terminal Dhaksinarga berlangsung setiap sore hingga malam hari.
Terpisah, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Dhaksinarga, Sularjo mengatakan pengembangan area kuliner sebagai upaya untuk lebih meramaikan kawasan terminal. Upaya serupa sebelumnya sudah dilakukan dengan dibukanya Mal Pelayanan Publik (MPP).
"MPP yang berada di lantai 2 gedung utama terminal merupakan hasil kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul," jelasnya.
Baca juga: Umat Buddha Sebut Harga Tiket Naik ke Candi Borobudur Terlalu Mahal
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKLI Gunungkidul, Ade Jumino memastikan tidak masalah dengan perizinan proyek tersebut. Sebab izinnya sudah keluar sejak Januari ini.
Sedangkan untuk biaya pembangunan, pihaknya mengandalkan hasil iuran dari para anggota hingga pengusaha. Adapun setiap anggota dikenakan iuran Rp 9 juta dan di luar anggota sebesar Rp 10 juta.
"Nanti akan ada 50 kios yang disediakan dan tiap kios saat ini sudah ada pemiliknya," ujar Ade. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Proyek-pembangunan-area-kuliner-di-Terminal-Dhaksinarga-alx.jpg)