Penahbisan Pendeta GKJ Pundong Bantul Berlangsung Khidmat

Prosesi penahbisan Pendeta Yafet Kristiyan Hadi, S. Th., berlangsung khidmat di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pundong, Srihardono, Bantul, Rabu

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Kurniatul Hidayah
IST/DOK. GKJ PUNDONG
PENUH SYUKUR - Prosesi penahbisan Pendeta Yafet Kristiyan Hadi, S. Th., berlangsung khidmat di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pundong, Srihardono, Bantul, Rabu (1/6/2022). Prosesi syukur ini dibalut dengan nuansa Jawa yang cukup kental. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Prosesi penahbisan Pendeta Yafet Kristiyan Hadi, S. Th., berlangsung khidmat di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pundong, Srihardono, Bantul, Rabu (1/6/2022).

Prosesi syukur ini dibalut dengan nuansa Jawa yang cukup kental.

Alunan gamelan mengiringi prosesi suci tersebut. Dari awal tamu undangan masuk pun sudah disambut dengan dekorasi dan iringan khas layaknya orang menikah.

Para majelis dan panitia yang bertugas pun mengenakan busana adat Jawa lengkap.

Baca juga: Wali Kota Magelang Resmikan Kampung Pancasila di Kemirikerep

Pendeta Yafet yang lahir di Sleman, 31 Oktober 1993 ini secara mantap memulai karya penggembalaannya tepat di peringatan hari lahirnya Pancasila.

Hadir dalam penahbisan tersebut, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, Pembimas Kristen Kantor Wilayah DIY, Badan Pelaksana Sinode XXVII GKJ, Badan Pelaksana Klasis XXXVII GKJ Klasis Yogyakarta Selatan, Forkompinkap Pundong, Bantul, dan jemaat GKJ Pundong.

Dalam kotbahnya, Pendeta Yafet menyadari akan kekuatan menjalani panggilan Tuhan untuk tugas penggembalaan.

Berbekal iman dan percaya, sesuatu yang tak mungkin akan menjadi mungkin.

“Saya percaya akan kekuatan Tuhan untuk menjalani panggilan. Hal ini seperti teladan dari nabi Yeremia,” ujarnya.

Penatua Parjinem selaku Ketua Panitia Penahbisan mengatakan, prosesi ini adalah tahapan bergereja.

Sebelum ditahbiskan, Pendeta Yafet menjani beragam proses dan ujian, serta masa Vikariat selama satu tahun.

Baca juga: Tak Boleh Boncengan, Otoped di Kaliurang Sleman untuk Pengguna Usia 15 Tahun ke Atas 

“Harapan kami, Pendeta dapat menjalankan komitmen yang sudah dibuat,  netepi timbalanipun Gusti. Tanggung jawab untuk menjaga kerukunan umat beragama,” jelasnya.

Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, mengingatkan jemaat untuk terus hidup harmonis dalam masyarakat majemuk.

Keharmonisan, kata Halim, berdasarkan atas Pancasila dan UUD 1945.

“Harmonis adalah nomor satu. Kebhinekaan harus disadari dalam masyarakat yang majemuk. Dalam hal ini, GKJ Pundong berperan untuk mengedepankan sikap kebersamaan, toleransi dan mengamalkan ajaran kristiani. Hal ini agar terus menjaga Bantul harmonis, sejahtera, dan berkeadilan,” ujarnya. (ais/ord)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved