Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Realisasi APBN di DIY Sentuh Rp 6,28 Triliun, Pemda Diminta Percepat Belanja Daerah
Realisasi belanja negara di DI Yogyakarta mencapai Rp 6,28 triliun atau sebesar 28,72 persen target APBN hi
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Realisasi belanja negara di DI Yogyakarta mencapai Rp 6,28 triliun atau sebesar 28,72 persen target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) hingga akhir April 2022
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Arif Wibawa mengatakan, Jumlah itu tumbuh 1,34 persen dari tahun sebelumnya atau year on year (yoy).
Arif merinci, realisasi belanja negara di DIY terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 3,01 triliun dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp3,27 triliun.
"Realisasi belanja K/L terdiri dari realisasi belanja pegawai Rp1,47 triliun, belanja barang Rp 731,29 miliar, belanja modal Rp 804,63 miliar, dan belanja bantuan sosial Rp8,51 miliar," jelasnya, Minggu (29/5/2022).
Baca juga: Hingga Akhir Januari 2022, Belanja APBN di DI Yogyakarta Capai Rp1,12 Triliun
Realisasi belanja K/L mampu tumbuh 4,47 persen yoy.
Adapun pertumbuhan tertinggi yakni pada komponen belanja pegawai yang mencapai 14,43 persen.
Hal itu didorong oleh kebijakan pemberian komponen 50 persen tunjangan kinerja pada pembayaran THR di bulan April 2022 serta disalurkannya bansos bantuan pendidikan.
Lebih jauh, hampir seluruh jenis belanja secara nominal tumbuh positif, kecuali belanja modal.
Namun, terjadinya penurunan pada penyerapan belanja modal disebut hal yang wajar.
"Dikarenakan alokasi anggaran belanja modal tahun 2021 lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 sebagai dampak carrying over pembayaran belanja modal tahun 2020 ke tahun 2021," terangnya.
"Meskipun demikian, secara ratio tingkat penyerapan belanja modal sampai dengan April 2022 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," sambungnya.
Kemudian penyaluran TKDD yang sebesar Rp3,27 triliun terdiri dari realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 55,38 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2,16 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp2,21 miliar, DAK Non Fisik sebesar Rp 615,67 miliar, Dana Keistimewaan DIY sebesar Rp198 miliar, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp7,68 miliar dan Dana Desa sebesar Rp 222,88 miliar.
Baca juga: DJPb Kanwil DI Yogyakarta Sebut APBN Berperan Penting Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
"Realisasi TKDD tumbuh negatif 1,38 persen (yoy), hal ini karena keterlambatan rekomendasi penyaluran Dana BOS Tahap II. Namun demikian, diperkirakan Dana BOS Tahap II tersebut disalurkan di bulan Mei," terangnya.
Kemudian terkait kinerja APBD DI Yogyakarta sampai dengan akhir April 2022 ditunjukkan dengan realisasi belanja yang mencapai Rp3,76 triliun atau 26,81 persen dari pagu.
Sedangkan realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp4,41 triliun atau 28,24 persen dari target dan didominasi oleh komponen pendapatan dari dana transfer sebesar Rp2,80 triliun (25,44 persen).
"Mengingat belanja daerah memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pemulihan ekonomi masing-masing daerah, diharapkan pemerintah daerah untuk mempercepat belanja daerah agar dapat menggerakan perekonomian," tegasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)