Saatnya Mendorong Percepatan Program Hilirisasi Batubara
Kondisi geopolitik global mendorong terjadinya peningkatan harga komoditas batubara, bahkan menjadi sejarah baru dalam harga batubara.
Dr. Supandi, S.T., M.T.
Dosen Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral
Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
Kondisi geopolitik global mendorong terjadinya peningkatan harga komoditas batubara, bahkan menjadi sejarah baru dalam harga batubara.
Dampak harga ini juga sangat dirasakan bagi industri pertambangan batubara yang ada di Indonesia.
Peningkatan harga batubara ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap geliat industri batubara, peningkatan cadangan batubara dan juga pendapatan negara dari royalti maupun PNBP.
Batubara merupakan hasil tambang yang tidak terbarukan dan suatu saat akan habis sehingga memanfaatkan batubara seoptimal mungkin perlu dilakukan untuk memberikan maanfaat lebih besar lagi bagi kehidupan, masyarakat dan negara, khususnya bangsa Indonesia.
Selama ini batubara dijual dalam bentuk murni batubara sehingga saat ini sudah waktunya kita mendorong road map untuk hilirisasi batubara.
Peningkatan harga batubara saat ini harus dimafaatkan sebagai momentum untuk mendorong peningkatan nilai tambah batubara.
Peningakatan harga minyak dunia juga mendorong untuk hilirisasi Batubara sebuah kesempatan yang menarik.
Hilirisasi batubara dilakukan dengan mengubah batubara menjadi produk turunannya, misalkan menjadi pupuk, methanol atau produk produk lainnya.
Industri-industri ini sudah banyak dikembangkan di luar negeri dan sudah saatnya di bawa masuk ke Indonesia.
Nilai modal untuk memulai industri ini memang cukup besar sehingga tidak mungkin dibebankan kepada pemerintah sehingga sudah saatnya untuk menggandeng pihak swasta untuk terjun dalam bidang hilirisasi batubara.
Pihak pemerintah juga dapat memberikan kebijakan untuk mendorong implementasi dari hilirisasi ini.
Pemerintah dapat mensinergikan implementasi hirilisasi batubara dengan mengambil besaran tertentu dari margin batubara saat ini yang cukup besar.
Konsep ini berbasis kewilayahan dan cadangan sehingga ketika industri hilirisasi ini berjalan dapat mendapatkan
supply bahan baku yang memadai.
Jumlah nilai modal dapat dibagi bepada jumlah cadangan berbasis kewilayahan sehingga tidak memberatkan industri batubara dan dapat memastikan keberlanjutan bahan baku.
Baca juga: Sasar Civitas Akademika dan Warga Sekitar, ITNY Gelar Vaksinasi Booster Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Saatnya-Mendorong-Percepatan-Program-Hilirisasi-Batubara.jpg)