Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
Bupati Bantul :Siswa Bisa Belajar Lebih Menyenangkan Berkat Kurikulum Merdeka
Peringatan Hardiknas 2022 diperingati Pemkab Bantul dengan upacara secara terbatas, namun penuh semangat.
Penulis: Agus Wahyu | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul beserta sejumlah siswa mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, Rabu (18/5/2022).
Peringatan Hardiknas 2022 diperingati Pemkab Bantul dengan upacara secara terbatas, namun penuh semangat.
Meski pelaksanaan peringatan terpaksa ditunda lantaran bersamaan cuti lebaran, semangat dari peserta upacara tak terelakkan, mereka sudah bersiap sedari pagi.
Sejumlah siswa perwakilan beberapa sekolah di Bantul hadir berseragam lengkap sesuai tingkatan pendidikan mereka masing-masing mulai SD, SMP, hingga SMA.
Sekretaris Daerah, Asisten, beserta perwakilan pimpinan OPD turut hadir pada upacara tersebut.
Upacara yang dipimpin Bupati Bantul Abdul Halim Muslih tersebut berjalan singkat sekitar setengah jam.
Bupati Halim mengatakan selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi bersama, yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Bahkan, mungkin tak pernah membayangkan dapat mengatasinya.
Baca juga: Bupati Abdul Halim Disambut Iringan Musik Angklung Siswa Siswi SDIT Al Muthi’in Bantul
Dalam amanatnya, Halim memaknai pendidikan sebagai faktor yang fundamental dalam kehidupan.
Seiring peningkatan derajat pendidikan, maka masalah-masalah lainnya dapat dituntaskan dengan potensi generasi yang memiliki daya saing tinggi.
Kurikulum merdeka belajar dihadirkan sebagai upaya mengurangi dampak pandemi pada sektor pendidikan.
Anak-anak Indonesia dapat belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.
“Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama merdeka belajar. Kurikulum merdeka, yang berawal upaya untuk membantu para guru dan murid pada masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran,” ucap Halim.
Menurut Halim, anak-anak atau siswa juga tak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan, karena asesmen nasional yang sekarang digunakan bukan bertujuan untuk ‘menghukum’ guru atau murid.
Tapi, sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk turut belajar, supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan, yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Bantul-Siswa-Bisa-Belajar-Lebih-Menyenangkan-Berkat-Kurikulum-Merdeka.jpg)