Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Abdul Halim Ajak Warga Bantul Raup Keuntungan dari Mengolah Sampah

Bupati Abdul Halim mengajak warga Bantul untuk mengolah sampah secara mandiri agar bisa meraup keuntungan.

Penulis: And | Editor: APS
Dok : Tribun Jogja / Pemkab Bantul
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meninjau langsung lokasi tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan, Selasa (17/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM – Jogja Darurat Sampah sedang menjadi pembicaraan pascaliburan Lebaran 2022. Hal ini terjadi lantaran permasalahan sampah di Yogyakarta yang menumpuk dan belum selesai.

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, turut aktif berkontribusi untuk mengurangi sampah dengan mengajak warganya mengelola sampah secara mandiri.

Meski menurut data Bantul bukan termasuk daerah penyumbang sampah tebesar di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, tetapi Bupati Abdul Halim tetap mengajak seluruh warganya untuk memilah sampah di rumah sebelum dikelola lebih lanjut di padukuhan atau desa.

“Sampah yang sudah dipilih dari tingkat rumah tangga seperti kaca, kertas, dan plastik dapat memiliki nilai ekonomi dengan disetor ke bank sampah yang saat ini jumlahnya sudah lebih dari 70 unit,” jelas Bupati Abdul Halim dalam keterangan pers yang diterima oleh Tribunjogja.com, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: PPDB 2022/2023, Bupati Bantul Ingin Siswa Berprestasi Tersebar Merata di Semua Sekolah

Untuk diketahui, pascaliburan Lebaran 2022, permasalahan sampah yang menumpuk ini menjadi sorotan warga Yogyakarta.

Akibatnya, TPST Piyungan sempat ditutup paksa oleh warga setempat dengan cara memblokade akses jalan.

Aksi penutupan tersebut merupakan bentuk protes warga karena TPST Piyungan telah mencapai kapasitas lebih dari 9.000 ton dan sudah mencemari kawasan tempat tinggal warga sekitar.

Berangkat dari permasalahan itu,  Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Guwosari, Bantul, berinisiatif untuk mengelola sampah agar bisa menghasilkan uang jutaan rupiah.

Insiatif ini muncul berkat ide dari Lurah Guwosari, Masduki Rahmad. Ia pun mengajak warganya memilah sampah serta menciptakan kesadaran untuk mengelola sampah.

Baca juga: Kabupaten Bantul Tuan Rumah Turnamen Tenis Detec International Junior Championship

Bupati Abdul olah sampah mandiri 2
Tempat pengelolaan sampah (TPS) Guwosari Bantul, memiliki inisiatif untuk mengelola limbah sampah hingga menghasilkan uang jutaan rupiah.

Masduki mengatakan, dalam pengelolaan sampah, ia sering merangkul para pengepul sampah swasta yang beroperasi di Kelurahan Guwosari.

Selain itu, Masduki juga mengajak warga untuk memilah sampah rumah tangga di bank sampah miliknya dengan tujuan agar sampah plastik di Kelurahan Guwosari tidak membebani sampah yang berada di TPST Piyungan.

Sampah organik yang masuk akan diolah sebagai pakan maggot atau belatung yang nantinya menghasilkan pupuk kompos.

"(Pupuk kompos) bisa dijual langsung kepada petani. Sedangkan produk maggot dijual untuk pakan ternak untuk unggas dan ikan," tutur Masduki.

Selain mengelola sampah, Masduki mengatakan, TPS 3R Go-Sari juga mengadakan pelatihan zero waste bagi warga yang berminat mengikutinya.

Baca juga: Sekolah di Bantul Terapkan PTM Terbatas 100 Persen, Kantin Belum Boleh Buka

“Kami membuka pendaftaran pelatihan zero waste sampai dengan Sabtu (28/5/2022), pukul 09:00 hingga 16:00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Bagi yang ingin ikut dapat mendaftar langsung,” jelas Masduki.

Ia berharap seluruh kelurahan di Yogyakarta dapat mengelola sampahnya secara mandiri. Untuk bisa mencapai hal ini, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar pengelolaan sampah bisa dilakukan bersama-sama.

“Dibutuhkan infrastruktur secara politik dan fisik agar pengelolaan limbah sampai dapat terurai dengan baik,” katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved