Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

TPST Piyungan Kembali Dibuka, Bupati Bantul Imbau Masyarakat Tetap Pilah Sampah dari Rumah

TRIBUNJOGJA.com, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengajak seluruh elemen masyarakat Bantul untuk serius dalam penanganan sampah. Salah...

Penulis: Nana Triana | Editor: Wandha Nur Hidayat
Istimewa
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melihat secara langsung kondisi terkini TPST Piyungan, Kamis (13/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.com, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengajak seluruh elemen masyarakat Bantul untuk secara serius menangani masalah. Imbauan ini untuk mencegah masalah pencemaran lingkungan yang dapat merugikan warga, terutama warga sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Diberitakan sebelumnya bahwa TPST Piyungan sempat ditutup paksa oleh warga sekitar dengan cara memblokade akses jalan menuju TPST tersebut. Warga beralasan bahwa tindakan tersebut dilakuakn sebagai aksi protes karena TPST Piyungan dinilai telah mencemari lingkungan permukiman dan persawahan mereka. 

Akses jalan menuju TPST Piyungan dibuka kembali usai Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima audiensi warga terdampak tempat pembuangan sampah tersebut. Setelah berdiskusi dengan warga, Bupati Abdul Halim bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup melihat secara langsung kondisi TPST Piyungan.

Bupati Abdul Halim mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul punya komitmen kuat untuk mengurai potensi masalah yang terjadi di TPST Piyungan. Meskipun, menurut data yang ada, Kabupaten Bantul bukan penyumbang terbesar sampah yang ada di TPST Piyungan

Salah satu wujud komitmen untuk menangani sampah di wilayahnya, Bupati Abdul Halim mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah sebelum dilakukan pengelolaan lebih lanjut oleh padukuhan dan desa.

“Sampah yang sudah dipilah dari tingkat rumah tangga seperti kaca, kertas, plastik, dan lain-lain dapat memiliki nilai ekonomi dengan disetor ke bank sampah yang saat ini jumlahnya sudah lebih dari 70 unit,” kata Bupati Abdul Halim dalam keterangan pers yang diterima Tribunjogja.com, Minggu (15/5/2022).

Dalam Perbup Nomor 20 Tahun 2022 tentang Bantuan Keuangan Kepada Kelurahan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) disebutkan bahwa Pemkab Bantul memiliki prioritas sasaran bantuan bidang lingkungan hidup, termasuk pengelolaan sampah.

Bantuan tersebut meliputi peningkatan kapasitas pengelolaan sampah rumah tangga dan pembangunan atau pengadaan sarana prasarana (sarpras) pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kita harus mampu melakukan yang terbaik dengan cara pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dan sampah harus selesai di desa. Kabupaten Bantul telah mengalokasikan anggaran besar, agar kita dapat mengelola sampah dari rumah tangga,” tegas Abdul Halim.

Sebagai informasi, sampah yang dapat dipilah terpisah dari rumah adalah sampah organik dan anorganik. Sampah organik berupa sayur, sisa makanan, dan bahan kedaluwarsa lain dapat dikubur dan dijadikan pupuk.

Sampah organik tersebut juga bisa dimanfaatkan menjadi sumber makanan ternak karena akan bisa menghasilkan belatung atau disebut juga maggot dengan cara pengolahan tertentu. Selain itu, maggot yang dihasilkan juga bisa dijual sehingga menjadi penghasilan warga. 

Sementara itu, sampah anorganik seperti botol kaca, plastik, pet, kertas, dan kardus dapat dikumpulkan terlebih dahulu dan dijual ke bank sampah atau pengepul sampah untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved