WASPADA Index UV Jogja Masih Sangat Tinggi, BMKG Imbau Warga Lindungi Diri
BMKG mengimbau masyarakat untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari karena indeks UV sebagian besar wilayah Indonesia masih sangat tinggi.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) terus memberikan informasi terkait prediksi indeks sinar ultraviolet (UV) harian di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Yogyakarta.
Hal tersebut dilaporkan BMKG melalui laman media sosial Instagram @infobmkg.
Pada hari ini, Sabtu (14/5/2022), BMKG memprediksikan indeks UV Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai puncaknya pada pukul 11.00 - 12.00 WIB, yaitu pada skala 8 - 10.
UV dengan skala 8 - 10 memiliki kategori “very high” atau berisiko bahaya sangat tinggi.
Sebab itu, masyarakat diimbau untuk:
- Melakukan pencegahan dan perlindungan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak dan terbakar dengan cepat akibat paparan sinar matahari.
- Minimalkan waktu di bawah paparan sinar matahari pada pukul 10.00 - 16.00 WIB.
- Usahakan tetap di tempat teduh.
- Kenakan pakaian pelindung matahari beserta topi lebar dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan.
- Gunakan sunscreen atau tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat.
- Perlu diketahui, permukaan yang cerah seperti pasir dan air akan meningkatkan paparan UV, sehingga perlu dihindari.
Adapun pada pukul 13.00 WIB wilayah DIY diprediksikan memiliki indeks UV skala 6 - 7 dengan kategori “high” atau risiko bahaya tinggi.
Karenanya, masyarakat diimbau untuk menggunakan pelindung demi menghindari kerusakan mata dan kulit.
Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi durasi waktu di bawah paparan sinar matahari, tetap di tempat teduh, serta mengenakan pakaian pelindung matahari beserta topi lebar dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan.
Jangan lupa, gunakan sunscreen SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan.
Baca juga: Ini Penjelasan BMKG Staklim Sleman Tentang Suhu Panas yang Terjadi di DI Yogyakarta
Informasi tentang Indeks UV
Dikutip Tribunjogja.com dari laman resmi BMKG, Sabtu (14/5/2022), Indeks UV adalah angka tanpa satuan untuk menjelaskan tingkat paparan radiasi sinar ultraviolet yang berkaitan dengan kesehatan manusia.
Dengan mengetahui indeks UV, masyarakat bisa memantau tingkat sinar ultraviolet yang bermanfaat dan yang dapat memberikan bahaya.
Lantas, apa saja yang mempengaruhi indeks UV?
Secara umum banyaknya sinar UV yang mencapai bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikuit ini:
- Sudut datang sinar matahari, semakin tegak akan semakin banyak mengandung sinar ultraviolet
- Posisi lintang tempat, semakin ke kutub sinar ultraviolet akan semakin kecil
- Tutupan awan, semakin banyak awan sinar ultraviolet yang sampai akan semakin kecil
- Ketinggian, semakin tinggi suatu tempat maka sinar ultraviolet yang diterima akan semakin besar
- Lapisan ozon, semakin banyak ozon di lapisan atas maka semakin baik menyaring sinar ultraviolet
- Pemantulan pada permukaan bumi. Semakin dapat memantulkan cahaya, maka semakin sedikit sinar ultraviolet yang ada di permukaan bumi
Informasi lengkap tentang indeks UV dapat Anda akses melalui laman resmi BMKG www.bmkg.go.id.
( Tribunjogja.com / Alifia Nuralita Rezqiana )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cuaca-panas_20181013_094135.jpg)