Berita Kulon Progo Hari Ini
12 Puskeswan di Kulon Progo Disiagakan untuk Cegah Wabah PMK
Sebanyak 12 Puskeswan di tiap Kapanewon disiagakan untuk mengantisipasi munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kulon Progo.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak 12 Puskeswan di tiap Kapanewon disiagakan untuk mengantisipasi munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang pada hewan ternak di Kulon Progo .
Di samping itu, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) setempat membatasi lalu lintas perdagangan hewan di wilayahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan sarana dan prasarana untuk pengendalian PMK .
Sementara di tingkat Puskeswan, pihaknya membentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC).
Baca juga: Marak Penyebaran PMK, Disperindag DIY Pantau Proses Distribusi Daging Hewan Ternak
"Kalau untuk vaksinasi blm ada krn saat ini baru dilakukan sequenzing virus di lapangan untuk mencari vaksin yg cocok," kata Aris, Jumat (13/5/2022).
DPP Kulon Progo terus memantau mulai dari pedagang ternak dan penampungan ternak pada 21 titik pantau.
Dengan jumlah hewan yang dipantau sebanyak 805 ekor sapi, 129 ekor kambing dan satu ekor kerbau.
"Kami juga lakukan desinfeksi di pasar hewan dan membagikan desinfektan ke peternak. Serta melakukan pembatasan lalu lintas ternak dari wilayah yang terdapat temuan PMK ," ucapnya.
Hingga saat ini, Aris menyatakan belum ada temuan PMK yang menyerang hewan ternak di Kulon Progo .
Untuk diketahui gejala klinis penyakit ini meliputi demam, lesi pada mulut dan lidah, nafsu makan turun, kaki pincang, lesi di sela teracak dan kuku terlepas. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)