DLH Sleman Minta Warga Pilah Sampah Sebelum Dibuang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Ephiphana Kristiyani menyampaikan, sampah merupakan permasalahan bersama.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Ephiphana Kristiyani menyampaikan, sampah merupakan permasalahan bersama.
Tidak bisa hanya ditangani oleh Pemerintah saja. Butuh peran serta masyarakat. Karenanya, Ia meminta kepada warga Sleman untuk mengurangi sekaligus memilah sampah sebelum dibuang.
Permintaan itu, disampaikan di tengah menumpuknya sampah di Bumi Sembada akibat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup.
Baca juga: Dinkop, PLUT, dan JogjaKita Berikan Gratis Ongkir Bagi UMKM yang Terdaftar di SiBakul Jogja
"Kami sekarang sudah keluarkan SE (surat edaran) memohon masyarakat untuk membantu kita. Kalau semua dibebankan kepada pemerintah kan tidak bisa. Melalui surat edaran Bupati tersebut, kami mohon masyarakat mulai berpartisipasi dengan mengurangi dan memilah sampah. Sehingga nanti lebih mudah mengelolanya," kata dia, Selasa (11/5/2022).
Ephiphana mengungkapkan, jajarannya saat ini terus berupaya menyelesaikan penumpukan sampah yang ada di Sleman akibat penutupan TPST Piyungan.
Satu di antara caranya adalah dengan mengoptimalkan 13 transfer depo sampah dan 23 TPS 3R.
Melalui unit tersebut, Dinas Lingkungan Hidup berupaya mengelola sampah dengan memilah sampah organik dan anorganik.
Nantinya, sampah organik akan dibuat kompos maupun pakan ternak. Sementara sampah anorganik dikumpulkan dan dijual sebagai rosok ke pengepul.
"Mudah-mudahan pemilahan di 13 transfer depo dan 23 TPS 3R itu benar-benar berjalan dan sampah yang kemarin belum kita masukkan ke TPST Piyungan bisa terselesaikan melalui kegiatan itu," kata dia.
Sebagaimana diketahui, TPST Piyungan yang selama ini melayani pembuangan sampah dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Bantul sejak beberapa hari terakhir ditutup.
Baca juga: Pengakuan Sopir Truk Kontainer yang Menabrak Rumah di Jalur Pantura Tegal
Imbasnya, sampah menumpuk di mana-mana. Ephiphana mengatakan, timbunan sampah di Sleman sekitar 700 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya 300 ton yang bisa diolah melalui transfer depo sampah maupun TPS 3R. Sisanya dibuang ke TPST Piyungan.
Oleh sebab itu, Ia meminta kepada masyarakat, di tengah menumpuknya sampah ini, bisa ikut berpartisipasi mengurangi dan memilah sampah sebelum dibuang.
Harapannya, agar sampah lebih mudah diolah. Di samping itu, DLH Sleman juga telah menyiapkan langkah antisipasi jangka menengah terkait permasalahan sampah di Bumi Sembada. Yaitu dengan membuat 3 TPST yang berlokasi di Sleman bagian Timur, Tengah dan Barat.
"(Progres TPST) saat ini pada tahap perencanaan dan izin penggunaan lahan ke Gubernur. Mudah-mudahan, tahun 2023 dibangun dan beroperasional," kata dia. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/selama-pandemi-virus-corona-sampah-plastik-di-thailand-melonjak-62-persen.jpg)