Puncak Arus Balik, 20 Ribu Pemudik Tinggalkan Kota Yogyakarta dari Terminal Giwangan 

Gelombang arus balik mulai terjadi di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta, dan memuncak pada Minggu (8/5/2022). Tercatat, sebanyak, 20 ribu penumpang

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Prosesi pemberangkatan armada bus mudik gratis yang digelar Kemenhub via Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta, Minggu (8/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelombang arus balik mulai terjadi di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta, dan memuncak pada Minggu (8/5/2022).

Tercatat, sebanyak, 20 ribu penumpang dengan berbagai tujuan meninggalkan kota pelajar. 

Kepala UPT Terminal Giwangan, Bekti Zunanta menuturkan, jumlah itu melonjak signifikan dibanding arus balik Sabtu (7/5/2022) lalu, yang ada di kisaran 17 ribu penumpang.

Baca juga: Arus Balik Lebaran 2022, Sekitar 12.300 Penumpang Gunakan Jasa Penerbangan di YIA

Ia berujar, rute tujuan DKI Jakarta masih mendominasi. 

Bukan tanpa alasan, hari ini, Pemprov DKI Jakarta, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberangkatkan masing-masing 21 dan 25 armada, menuju ibu kota.

Angka tersebut belum ditambah beberapa instansi lainnya yang turut menggulirkan program mudik gratis tahun ini. 

"Hari ini total ada sekitar 5 ribu peserta mudik gratis dari Pemprov DKI dan Kemenhub yang balik ke Jakarta. Ya, rata-rata kita berangkatkan sekitar 30-35 bus mudik gratis per harinya, sejak H+3 lebaran kemarin," ungkap Bekti. 

Menututnya, meski mulai mereda, gelombang arus balik menuju berbagai daerah diprediksi masih akan terjadi pada Senin (9/5/2022). Terutama, bagi kalangan non pekarja. 

"Besok masih ada mudik gratis dari Ponpes Gontor, yang masih umur anak-anak, baru diberangkatkan Senin. Posko juga masih kita siagakan sampai 10 Mei," terangnya. 

Baca juga: Belum Ada Kejelasan Kebijakan Soal WFH, ASN Pemkot Yogyakarta Tetap Masuk Kerja 9 Mei 2022 

Sementara, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengapresiasi program mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta dan Kemenhub.

Ia menilai, program tersebut, sangat membantu masyarakatnya. 

"Ini kan menjadi alternatif angkutan yang mudah, nyaman, dan tentunya bebas biaya. Selain itu, dengan dikoordinir seperti ini, di jalan pun lebih teratur," katanya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved