27 Ucapan Sungkem kepada Orang Tua dalam Bahasa Jawa dan Indonesia saat Lebaran

Selain makanan yang khas, seperti opor ayam dan sambal kentang, Lebaran atau Hari Raya Idulfitri juga identik dengan tradisi budaya sungkeman.

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
freepik
Ide Ucapan Sungkem Bahasa Jawa dan Indonesia saat Lebaran, Sopan dan Menghargai Orang Tua 

TRIBUNJOGJA.COM - Selain makanan yang khas, seperti opor ayam dan sambal kentang, Lebaran atau Hari Raya Idulfitri juga identik dengan tradisi budaya sungkeman.

Budaya ini biasanya dilakukan oleh anak kepada orangtua atau orang yang dituakan.

Tradisi sungkeman ini biasanya juga bisa kita temui saat sepasang kekasih menikah.

Jika di pernikahan, sungkem menandakan untuk pengantin yang menunjukkan tanda bakti dan rasa terima kasih atas bimbingan dari lahir sampai ke perkawinan.

Selain itu, kedua pengantin juga meminta doa restu kepada kedua orangtuanya demi kelancaran membangun rumah tangga baru.

Lalu mengapai kita harus sungkem di saat Lebaran Idulfitri?

Jadi, sungkeman di Hari Raya Idulfitri ini identik dengan prosesi saling memaafkan yang dilakukan orang yang lebih muda kepada yang lebih tua.

Pada momen ini biasanya anggota keluarga yang lebih muda akan bersimpuh, mencium tangan dan memohon maaf kepada orang yang lebih tua.

Meski begitu, ada saja dari Anda yang tidak bisa bertemu keluarga secara fisik, tapi Anda bisa mengirimkan ucapan dalam bahasa Jawa untuk meminta maaf lahir dan batin.

Meski dengan ucapan, Anda tetap terdengar sopan dan menghormati orang yang lebih tua.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved