Dua Pemuda di Sleman Ditangkap Polisi, Kedapatan Bawa 2 Kg Bubuk Mercon 

Dua pemuda warga Tempel, Sleman ditangkap polisi karena kedapatan tanpa izin membawa 2 kg bubuk mercon.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Kapolsek Mlati Kompol Andhies F Utomo didampingi Kanit Reskrim AKP Bowo Susilo dan Panit II Ipda Sagimin menunjukkan barang bukti dua kilogram bubuk mercon di Mapolsek Mlati, Jumat (29/4/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua pemuda warga Tempel, Sleman ditangkap polisi karena kedapatan tanpa izin membawa 2 kg bubuk mercon.

Bubuk tersebut rencananya akan diracik menjadi petasan dan dinyalakan menjelang Lebaran.

Kasus ini masih dalam pengembangan. Petugas Kepolisian masih memburu penjual utama bahan peledak tersebut. 

Kapolsek Mlati Kompol Andhies F Utomo mengungkapkan, kedua pemuda yang diamankan berinisial ZA (20) dan AM (33).

Baca juga: Dinkes Bantul Siagakan PSC 119 untuk Kegawatdaruratan Selama Libur Lebaran

Keduanya warga Tempel, Sleman. Pengungkapan perkara ini bermula ketika petugas Kepolisian sedang melakukan razia kendaraan, pada Selasa (19/4/2022) sekira pukul 23.40 WIB dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di depan Mapolsek Mlati. Saat itu, petugas memberhentikan salah satu pengguna kendaraan roda dua. 

"Kami lakukan pemeriksaan surat-surat beserta barang bawaan. Kami dapati pengendara membawa bungkus bahan peledak atau obat mercon beserta dengan sumbunya," kata dia, Jumat (29/4/2022). 

 Mendapati bahan peledak itu, petugas yang sedang melakukan razia lalu mengamankan pengendara untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Ditambahkan, Kanit Reskrim Polsek Mlati AKP Bowo Susilo mengatakan, pelaku ZA yang diamankan saat razia ternyata hanya sebagai kurir.

Ia hanya suruhan dari pelaku AM. Bubuk mercon seberat 2 kilogram tersebut rencananya akan diracik petasan untuk digunakan malam 29 Ramadan.

Kedua pelaku mengaku membeli obat mercon tersebut dari seseorang di Gamping dengan inisial M. Harga Bubuk Mercon dibandrol Rp 250 ribu perkilo atau Rp 500 ribu untuk dua kilo. 

Baca juga: Aaron Evans Resmi Pamit, PSS Sleman Kenalkan Dedi Gusmawan Sbagai Bek Anyarnya

Polisi masih melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan M. 

"M sebagai penjual (bubuk mercon)  masih kami selidiki keberadaannya. Belum ketemu penjualannya. Ini masih dikembangkan," kata Bowo.

Menurut dia, kedua pelaku tidak dilakukan penahanan. Karena pertimbangan subjektif, para pelaku sangat kooperatif dan tidak dikhawatirkan akan melarikan diri. Meski tidak ditahan, proses hukum terus berjalan. 

Para pelaku disangka melanggar UU Darurat nomor 12/1951. Tanpa hak menerima mencoba memperoleh menyerahkan atau mencoba menyerahkan menguasai membawa menyimpan mengangkut menyembunyikan dan mempergunakan bahan peledak tanpa dilengkapi izin yang sah. Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.(rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved