Pemuda Palestina Ditembak di Kepala Oleh Tentara Israel

Pemuda berusia 20 tahun tersebut meninggal beberapa jam setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Photo by Ahmad GHARABLI / AFP
AFP/AHMAD GHARABLI Demonstran Palestina membantu seorang pria yang terluka saat bentrok dengan polisi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem setelah sholat subuh di Yerusalem timur pada 22 April 2022, pada hari Jumat ketiga bulan suci Ramadhan. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Seorang pemuda Palestina kembali menjadi korban tentara Israel saat penggrebekan kamp pengungsi Aqabet Jaber di  kota Jericho Tepi Barat pada Selasa (26/4/2022) dini hari.

Pemuda bernama Ahmad Ibrahim Owaidat itu meninggal setelah ditembak di bagian kepala.

Pemuda berusia 20 tahun tersebut meninggal beberapa jam setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Owaidat dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif (ICU) di Rumah Sakit Ramallah dan tetap di sana selama beberapa jam sebelum dia dinyatakan meninggal.

Dikutip dari Tribunnews, dalam penggrebekan tersebut, tentara Israel menangkap dua orang warga Palestina.

Sementara kematian Ahmad Ibrahim Owaidat yang ditembak oleh tentara Israel memicu aksi mogok oleh gerakan Fatah di Jericho dan Lembah Jordan.

Tewasnya Owaidat itu menambah daftar panjang warga Palestina yang meninggal akibat dari serangan tentara Israel.

Baca juga: Sikap Indonesia Setelah Insiden Pasukan Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Baca juga: Israel Dihantam Serangan Siber Terburuk, Badan Siber Nyatakan Keadaan Darurat

Sebelumnya, selama sepekan terakhir sudah ada dua warga Palestina yang terbunuh di wilayah Tepi Barat.

Lutfi al-Labadi yang berusia 21 tahun dan Hanan Khdour yang berusia 18 tahun ditembak selama serangan tentara Israel di daerah Jenin.

Ketegangan meningkat di Yerusalem dan di Tepi Barat.

Orang Israel telah membunuh setidaknya 46 warga Palestina dari Tepi Barat sejak awal 2022.

Penyerbuan pemukim di bawah perlindungan polisi selama seminggu terakhir, ketika Festival Paskah Yahudi dan bulan suci Muslim Ramadhan tumpang tindih, menyebabkan konfrontasi sehari-hari dengan Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa, dengan banyak warga Palestina terluka dan ditangkap.

Minggu-minggu protes terhadap perpindahan paksa warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki, dan serangan oleh pasukan Israel di al-Aqsa selama Ramadhan, meningkat menjadi pemberontakan yang meluas di seluruh Israel dan wilayah Palestina yang diduduki. (*)

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved