Pariwisata Sleman : Reresik Dayohe Teko

Selama pandemi Covid-19 yang melanda, sektor pariwisata Kabupaten Sleman juga terdampak secara langsung

Pariwisata Sleman : Reresik Dayohe Teko
Istimewa
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo

*Oleh: Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo

SEKTOR Pariwisata merupan salah satu sektor andalan Kabupaten Sleman. Pariwisata Kabupaten Sleman mampu menyumbang prosentase Pendapatan Asli Daerah yang cukup besar. Namun selama pandemi Covid-19 yang melanda, sektor pariwisata Kabupaten Sleman juga terdampak secara langsung.

Jumlah wisatawan pada tahun 2020 dan 2021 jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan jumllah kunjungan wisatawan ini disebabkan oleh kebijakan-kebijakan penangan Covid-19 yang memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat termasuk di sektor pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Sleman secara konsisten dan bertahap terus berupaya untuk mendorong sektor pariwisata agar bangkit dan pulih kembali. Untuk dapat segera memulihkan pariwisata, Pemkab Sleman telah meluncurkan Calendar of Event (CoE) pariwisata pada awal tahun 2022.

Dengan peluncuran CoE Pariwisata tahun 2022 ini diharapkan agenda kegiatan pariwisata dapat terinformasikan kepada seluruh pelaku wisata. Harapannya, agenda tahunan yang tercantum dalam CoE Pariwisata dapat menarik minat wisatawan dan membantu pelaku wisata untuk mengemas rencana kunjungan. Pada akhirnya pariwisata Kabupaten Sleman dapat mulai gayeng kembali dan mendorong pemulihan perekonomian Sleman pasca pandemi.

Pada Bulan Ramadhan ini maupun masa libur Idul Fitri nanti, pemerintah mulai melakukan pelonggaran-pelonggaran terhadap kegiatan masyarakat. Hal ini memungkinkan banyak pemudik yang akan pulang ke kampung halaman setelah 2 tahun mengalami pembatasan.

Polda DIY memperkirakan sekitar 3,9 juta pemudik akan masuk wilayah DIY, dengan kemungkinan sebagian besar di wilayah Sleman. Dilihat dari kacamata Pariwisata hal ini merupakan potensi yang harus di tangkap oleh para pelaku pariwisata.

Pemkab Sleman bersama stakeholder pariwisata, termasuk di dalamnya pengelola destinasi wisata maupun pengelola usaha jasa pariwisata, membuat gerakan bersama “RERESIK DAYOHE TEKO”. Gerakan ini berwujud gotong royong atau kerja bakti yang dilakukan diseluruh destinasi wisata maupun usaha jasa pariwisata di Kabupaten Sleman.

Hal ini sebagai langkah awal untuk memastikan kebersihan, kesejukan, dan keindahan destinasi pariwisata dan usaha jasa pariwisata yang ada di seluruh Kabupaten Sleman. Gerakan ini merupakan wujud kesiapan Sleman sebagai tuan rumah kunjungan wisata selama libur lebaran.

Destinasi pariwisata maupun usaha jasa pariwisata di kabupaten Sleman harus menyiapkan penerapan protokol kesehatan Covid-19 berbasis CHSE, antara lain penyediaan alat cuci tangan dan hand sanitizer, thermogun atau alat pengukur suhu sebelum masuk area wisata dan menyediakan masker.

Selain protokol kesehatan, destinasi pariwisata harus mempersiapkan dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) produk-produk atraksi, mitigasi bencana sesuai potensi bencana masing-masing serta rencana kedaruratan. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan pariwisata yang baik.

Menyambut 10 hari libur lebaran kedepan, saya mengajak seluruh stake holder pariwisata Sleman, untuk bersama-sama mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik. Marilah kita wujudkan pariwisata Sleman yang bersih, sejuk, indah, nyaman dan aman. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved