Berita Kota Yogya Hari Ini

Arus Mudik Yogyakarta - Sumatera Meningkat, Terminal Giwangan Sediakan Armada Tambahan

Arus mudik ke luar Yogyakarta mulai mengalami peningkatan pada libur Lebaran tahun ini. Fenomena tersebut, direspons pengelola Terminal Giwangan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Kepala UPT Terminal Giwangan, Bekti Zunanta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arus mudik ke luar Yogyakarta mulai mengalami peningkatan pada libur Lebaran tahun ini.

Fenomena tersebut, direspons pengelola Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta, dengan mengoperasionalkan armada bus tambahan. 

Kepala UPT Terminal Giwangan, Bekti Zunanta, mengatakan, lonjakan pemudik ke luar Yogyakarta, didominasi oleh tujuan Pulau Sumatera.

Dengan rute yang cukup jauh, pihaknya berupaya, jangan sampai ada pemudik yang terlantar. 

Baca juga: Jelang Lebaran, Aktivitas di Pegadaian Kota Yogyakarta Meningkat

"Sejak pekan lalu mulai meningkat. Terutama dengan tujuan yang terbilang jauh, seperti Lampung, Padang, sampai Jambi. Semua harus terakomodir. Ada tiga bus tambahan yang kita sediakan menuju Sumatera," ujarnya, Rabu (27/4/2022). 

Bekti pun memaparkan, sepanjang 25 April 2022 lalu misalnya, tercatat keberangkatan 3.496 penumpang armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dari Terminal Giwangan

"Ya, yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, jumlah penumpang yang kita berangkatkan dari terminal jauh lebih banyak dibanding penumpang yang datang," urainya. 

Selain menuju Sumatera, beberapa daerah lain juga cukup mendominasi arus keluar dari Yogyakarta.

Yaitu, Purwokerto, Surabaya, hingga Cilacap. Namun, ia memastikan, armada reguler sanggup mengangkut pemudik di trayek itu. 

"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Sabtu 30 April, tapi saya belum bisa menghitung perkiraan jumlahnya, baik yang datang, maupun pergi. Kami akan mengamati dulu, sekitaran dua, atau tiga hari ini, ya," ungkap Bekti. 

Baca juga: Okupansi Hotel di DI Yogyakarta Mulai Merangkak Naik Jelang Lebaran 2022

Hanya saja, ia memprediksi jumlah penumpang yang datang dan pergi dari Terminal Giwangan tidak akan sebesar masa mudik libur Lebaran sebelum pandemi 2019 silam.

Sebab, tren pemudik mulai bergeser ke kendaraan pribadi. 

"Banyak pemudik yang tahun ini menggunakan kendaraan pribadi, sehingga penumpang bus pun otomatis mengalami penurunan jumlah yang cukup besar ini," cetusnya. 

"Bisa dilihat peserta mudik gratis yang difasilitasi Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan, cuma 40 dan 46 bus. Padahal, 2019 itu 200an," tambah Bekti. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved