Ini Enam Jalur Alternatif di Wilayah Sleman untuk Antisipasi Kepadatan Pemudik

Sejumlah persiapan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas saat masa mudik Lebaran

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Geliat mudik di terminal dengan tujuan kota-kota di Sumatera mulai terlihat di terminal Jombor pada seminggu menjelang lebaran. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puncak arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan akan mulai terjadi pada 28 April 2022.

Sejumlah persiapan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

Di antaranya, dengan menyiapkan enam jalur alternatif bagi para pemudik yang tersebar di wilayah Utara, Timur dan Barat. 

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan saat momen libur Lebaran diprediksi akan ada 3,9 juta pemudik yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tak terkecuali ke Kabupaten Sleman.

Data tersebut berdasarkan hasil rapat lintas dalam rangka persiapan mengantisipasi mudik lebaran di Polres Sleman.

"Karena itu, kami telah menyiapkan jalur alternatif sebagai penyangga jalan nasional dan jalan provinsi sepanjang 310 kilometer dengan kondisi baik dan sedang," kata Danang, Selasa (26/4/2022). 

Ada enam jalur alternatif yang disiapkan di Bumi Sembada, yaitu :

1. Ruas jalan Tempel ke Pakem - Cangkringan -  Kalasan menuju Prambanan.

2. Ruas Klangon - Godean menuju Tempel.

3. Di Kapanewon Mlati, jalur alternatif disiapkan di Ruas Mlati - Balangan - Dekso.

4. Di ruas Denggung bisa ke Besi - Koroulon- Joholanang.

5. Di Ruas Prambanan bisa menuju arah Piyungan.

6. Ruas jalan Yogyakarta - Godean menuju Nanggulan. 

Danang berharap jalur alternatif yang telah disiapkan itu bisa menjadi pilihan bagi pemudik jika tujuan ke Sleman hanya melintas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved