Penilaian 360 Derajat dan Upaya Pemkot Yogyakarta Ciptakan Budaya Kerja Positif

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berupaya menciptakan atmosfer budaya kerja positif di lingkungannya, demi pelayanan maksimal

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Agenda 'Obrolan YK: Adaptasi dan Inovasi' yang menghadirkan Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, Senin (25/4/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berupaya menciptakan atmosfer budaya kerja positif di lingkungannya, demi pelayanan maksimal untuk masyarakat.

Berbagai upaya pun ditempuh, salah satunya lewat skema penilaian 360 derajat yang sudah digulirkannya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogya, Aman Yuriadijaya, dalam agenda 'Obrolan YK: Adaptasi dan Inovasi' pada Senin (25/4/2022), menyampaikan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Yogya senantiasa didorong untuk mengeluarkan, serta menampilkan karakternya secara maksimal. 

Baca juga: Petani Muda Cerdas DIY Deklarasi Dukung Ridwan Kamil di Pilpres 2024

"Sehingga, bisa membangun budaya kerja yang positif itu. Kemdian, setiap aparatur Pemkot, diharuskan untuk paham terhadap peran, maupun positioning, dia bisa memberikan kontribusi apa untuk program kita," tandasnya. 

Dijelaskannya, yang terjadi selama ini masing-masing ASN hanya paham terhadap urusan kewenangannya. Padahal, di iklim sekarang, seharusnya kewenangan cukup jadi modal awal saja. Setelah punya kewenangan, harus dipikirkan, proses yang bisa dibentuk, guna menuju tujuan. 

Hanya saja, Aman tak menampik, untuk mengubah pola perilaku dan pikiran seluruh aparatur di lingkungan Pemkot Yogyakarta jelas tak semudah membalik telapak tangan.

Ia pun menandaskan, untuk mencapai budaya kerja yang benar-benar positif, dibutuhkan sebuah proses panjang. 

"Dan ini menjadi tanggung jawab seluruh komponen yang ada di Pemkot. Sehingga, bukan sebatas tanggung jawab pimpinan, namun juga lingkungan," jelas Sekda. 

"Maka, di Pemkot ada penilaian kinerja dengan pola 360 derajat. Jadi, pimpinan menilai bawahan, bawahan menilai pimpinan dan teman menilai teman. Itu bagian dari upaya menciptakan iklim budaya kerja positif," urainya. 

Sebagai pejabat yang memiliki kewenangan penuh untuk  menentukan aspek-aspek berkaitan dengan SDM di Pemkot Yogyakarta, Aman mengatakan, bahwa penilaian tersebut merupakan salah satu komponen yang mempengaruhi besaran tunjangan perbaikan penghasilan (TPP). 

"Yang jelas, TPP itu salah satunya menggunakan penilaian 360 derajat sebagai ukurannya. Sejauh ini kita melihat dapat berjalan dengan baik. Saya tidak bisa mengklaim inovasi, ya, yang penting proses, tujuan dan hasil," cetusnya. 

Baca juga: Madumongso, Jajanan Khas Lebaran Makanan Tradisional Bangsawan Sejak Abad Ketujuh 

Lebih lanjut, pucuk pimpiman birokrasi di Pemkot Yogyakarta tersebut berpesan kepada ASN baru yang notabene berusia muda, agar langsung berperan dalam mewujudkan budaya kerja positif. Yakni, dengan memancarkan karakter secara optimal, seperti yang telah dijelaskannya di awal. 

Ia berujar, seorang ASN yang baru saja direkrut tersebut, diharapkan dapat menjadi penghubung antar kepentingan, serta memoderasi banyak hal.

Sehingga, seluruh aparatur anyar pun dimintanya, untuk mengelaborasikan perihal teknis dengan aspek sosiologi secara proporsional. 

"Karena kita hakekatnya adalah jembatan. Oleh sebab itu, setiap aparatur harus tahan dan sabar terhadap proses. Hormati dan jalani proses," pungkas Sekda. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved