Berita Kesehatan

Mengenal Khasiat Bratawali, Si Pahit yang Mampu Taklukan Tingginya Gula Darah

Bratawali bekerja seperti agen hipoglikemik, yang menghasilkan insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
sehatq
Tanaman brotowali 

TRIBUNJOGJA.COM - Brotowali adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di hutan.

Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat reumatik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis.

Bahkan tanaman ini dikatakan dapat membantu mengelola diabetes tipe 2.

Lantaran ia bekerja seperti agen hipoglikemik, yang menghasilkan insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah.

Giloy membantu membakar kelebihan glukosa yang selanjutnya menurunkan kadar gula darah tinggi.

Sesuai studi yang dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi (NCBI), giloy dikatakan memiliki aktivitas anti-diabetes yang signifikan.

Ilustrasi : Gula Darah
Ilustrasi : Gula Darah (grid.id)

Tentang Brotowali

Brotowali sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Kabar baiknya, tanaman ini tumbuh subur di berbagai daerah di Indonesia.

Sehingga namanya pun berbeda-beda.

Ada yang menyebutnya sebagai brotowali, bratawali, antawali, daun gedel dan putrawali.

Tanaman herbal ini diyakini berkhasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit atau masalah kesehatan.

Bagian tanaman yang bisa digunakan sebagai obat yakni batang.

Batang tua tanaman brotowali memiliki ciri permukaannya berbintil-bintul sampai bertotol-totol Sedangan batang muda tidak berambut.

Baca juga: Khasiat Sambiloto : Dari Obati Borok, Peradangan, Diabetes Hingga Sebagai Pembersih Darah

Kandungan kimia brotowali

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Balitbangkes Kemenkes RI mengungkap, ada banyak senyawa kimia yang terkandung di dalam tanaman brotowali.

Seluruh bagian tanaman brotowali antara lain mengandung senyawa berikut:

  • Zat pahit kolombin (2,22 persen)
  • Sedikit alkaloid (tinosporina, tinosporidina)
  • N-feruloiltriptamina dan sekoisolarisiresinol)
  • Glikosida (pikroretin dan berberina)
  • Flavonoid (apigenin O-glikosida, palmatin, dan pikroretosida)
  • Terpenoid (tinosporid, tinosporasid, kordifoliosid A, B, dan C, tinokordifoliosid dan tinokordifolin)
  • Lignin
  • Steroid (giloinsterol β-sitosterol, dan 20-α-hidroksi ekdison)
  • Arabinogalaktan
  • Alkaloid kuatener
  • N-asetilnornusiferin
  • N-fotmil-annonain
  • N-formil-ornusiferin
  • Alkaloid berberin (hanya pada akar)

Baca juga: 9 Bahan Alami untuk Mengobati Asam Urat : Dari Sambiloto, Kumis Kucing Hingga Daun Salam

Khasiat brotowali

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved