Maestro Ketoprak Bondan Nusantara Tutup Usia, Dikenal Sebagai Sosok yang Demokratis di Keluarga
Dunia seni tradisi berduka dengan meninggalnya maestro ketoprak Bondan Nusantara pada Rabu (20/4/2022) kemarin. Bondan Nusantara meninggal
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Namun demikian, Arcaya merasa bangga dengan sepak terjang ayahnya yang terus mendedikasikan hidup untuk keberlanjutan kesenian ketoprak. Bahkan Bondan Nusantara juga dipercaya jadi dewan kebudayaan di DIY. Meski di keluarganya tak ada yang mewariskan ke jalan ketoptrak, namun di luar Bondan telah melahirkan seniman-seniman muda ketoprak yang baru.
"Generasi penerus bapak juga banyak, bagak giat melahirkan seniman kotaprak baru. Dan saat pandemi dia mencetuskan sineprak, ketoprak dikemas di youtube dengan seniman ketoprak muda, bagi saya yang tidak menggeluti dunia ketoprak bangga sekali, bapak bergaul dengan anak muda, punya semangat yang tinggi untuk tetap melestarikan tradisi ini," ungkapnya.
Arcaya menyatakan bahwa ayahnya mendedikasikan diri dan total dalam mengembangkan kesenian ketoprak, bahkan sehari sebelum meninggal Bondan sempat melatih ketoprak.
Seniman ketoprak, Nano Asmorodono mengungkapkan bahwa seluruh pelaku seni tradisi ketoprak merasa kehilangan sekali atas meninggalnya Bondan Nusantara. Nano yang bersama bondan berjuang menjaga tradisi ini mengatakan bahwa Bondan adalah sosok yang penuh ide.
Baca juga: Ibu-ibu di Gunungkidul Serbu Minyak Goreng Curah Murah di Hari Kartini
"Dalam kesenian dia hiperaktif akan terus berubah, berkembang. Pak bondan ini adalah pemikir di dunia ketoprak. Pemikir ketoprak ada beberapa, tetapi kalau pemain banyak," ujarnya.
Nano mengungkapkan bahwa Bondan Nusantara memiliki cita-cita yang sampai saat ini belum tercapai. Menurutnya, almarhum ingin seni ketoprak ini tidak hanya dimiliki orang jawa saja, tapi dapat dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia.
"Dia tidak akan menghilangkan jawa, tapi bagaiamana ketoprak ini jadi milik nasional. Tidak hanya tradisi jawa tapi menasional. Ini yang belum tercapai, walaupun dirintis dengan adanya sineprak, tapi saya lihat belum sampai," ujarnya.
Menurutnya, Bondan adalah sosok panutan dan tak pelit dalam membagikan ilmu ke anak-anak muda. Ia pun berharap agar anak-anak muda dapat meneruskan perjuangan dari Bondan Nusantara, meski sosok tersebut sudah berpulang.
"Jangan njagake (hanya mengandalkan) Pak Bondan, anak-anak muda harus bisa mampu tanpa Bondan," tandasnya. (nto)