Berita Kota Yogya Hari Ini

Rifka Annisa Catat Ada 204 Kasus Aduan Kekerasan yang Masuk Selama Tahun 2021

"Sebanyak 204 kasus itu, terdapat kategori kekerasan tertinggi atau dengan nomor urut pertama yakni kekerasan terhadap istri," ucapnya saat webinar

Tangkapan Layar
Pemaparan informasi dari narasumber saat Webinar Catatan Tahunan Wajah Kekerasan 2021 berlangsung secara daring, Rabu (20/4/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rifka Annisa Women's Crisis Center merupakan organisasi non pemerintah yang berkomitmen dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan. 

Layanan Rifka Annisa mencatat terdapat 947 orang mengakses layanan tersebut dan hanya 204 orang yang melanjutkan layanan Rifka Annisa pada 2021. 

Manager Program Pendampingan Rifka Annisa, Indiah Wahyu Andari, mengatakan beberapa kasus kekerasan ada yang dirujuk ke lembaga layanan dekat dengan domisili korban dan ada korban yang tidak melanjutkan aduan dari data tersebut. 

Baca juga: Jelang Lebaran, Cakupan Vaksinasi Booster di DI Yogyakarta Lampaui Target

"Sebanyak 204 kasus itu, terdapat kategori kekerasan tertinggi atau dengan nomor urut pertama yakni kekerasan terhadap istri," ucapnya saat webinar Catatan Tahunan Wajah Kekerasan 2021 berlangsung secara daring, Rabu (20/4/2022). 

Ia mencatat, kategori kekerasan terhadap istri (KTI) mencapai 109 kasus aduan dan disusul kekerasan seksual sebanyak 35 kasus aduan. 

Selanjutnya, ia mencatat 34 kasus aduan ditemukan dalam kategori kasus kekerasan pacaran, 16 kasus aduan kategori kekerasan dalam keluarga, dan terdapat beberapa kasus kekerasan lainnya. 

Jelasnya, sebanyak 44 persen korban dari data kasus kekerasan 2021, berasal dari Kabupaten Sleman, ada pula 27 persen dari Kota Yogyakarta, 13 persen dari Kabupaten Bantul, dua persen dari Kabupaten Gunungkidul, dua persen dari Kabupaten Kulon Progo, serta 12 persen dari luar provinsi DI Yogyakarta. 

Dikatakannya, sebagian besar korban dan pelaku kekerasan memiliki latar belakang pendidikan menengah ke atas. 

Baca juga: Perekonomian Mulai Menggeliat, Pemkot Yogyakarta Sebut Tidak Temukan Polemik THR di Wilayahnya

Indiah juga menyebut, sebagian korban dan pelaku kekerasan bekerja di sektor informal atau menekuni profesi yang tidak mendatangkan pendapatan, seperti pelajar dan ibu rumah tangga. 

Sementara itu, dia membandingkan pada 2020, terdapat kasus aduan kekerasan seksual sebanyak 314 kasus, dengan kategori kasus tertinggi masih dipegang oleh KTI.

Kendati demikian, kategori kasus KTI tercatat menjadi kasus tertinggi dalam 10 tahun terakhir. (nei)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved