Ramadan dan Momentum Kebangkitan UMKM

Pemberdayaan UMKM merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kebangkitan ekonomi pascapandemi.

Ramadan dan Momentum Kebangkitan UMKM
ist
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa

* Oleh: Danang Maharsa, Wakil Bupati Sleman

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak pandemi covid-19 kita telah melewati dua kali ramadhan dengan pembatasan-pembatasan ketat dalam kegiatan bermasyarakat. Ramadhan tahun ini kita jalani dengan beberapa pelonggoran dalam pembatasan tersebut.

Termasuk didalamnya dalam kegiatan-kegiatan diluar peribadahan. Hal ini menambah gairah masyarakat dalam menjalankan ibadah ramadhan maupun menyambut Idul Fitri. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat meningkat dibanding dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya.

Sesuai mekanisme  pasar, dengan meningkatnya permintaan maka muncul peluang untuk penyediaan barang atau jasa kebutuhan masyarakat. Hal tersebut bisa menjadi peluang bagi masyarakat, khususnya UMKM untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal ini juga menjadi perhatian dari Pemkab Sleman. Pemkab Sleman melalui Disperindag, Dinkop UKM, maupun seluruh kapanewon yang ada mendorong UMKM-UMKM untuk meningkatkan produksinya.

Pemberdayaan UMKM merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kebangkitan ekonomi pascapandemi. Upaya ini selaras dengan salah satu Misi Pemkab Sleman yaitu membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan.

Data terkini perkembangan UMKM sesuai satu data UMKM Kabupaten Sleman yaitu total 90.267 UMKM dengan bidang usaha kuliner, kerajinan, craft dan fashion. Jumlah ini menunjukkan bahwa UMKM di Sleman memiliki potensi yang besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pada tahun 2022 ini Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4.707.567.611,- sebagai komitmen untuk memberdayakan UMKM. Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan UMKM agar naik kelas dilakukan dengan peningkatan kapasitas SDM pelaku UMKM melalui pelatihan-pelatian, bimtek, workshop, pendampingan, coating, temu usaha, webinar.

Selain itu juga penguatan kelembagaan UMKM  melalui fasilitasi kerjasama dengan beberapa perusahaan besar, penyediaan penguatan modal, fasilitasi layanan pembiayaan, Forkom UMKM kapanewon dan kalurahan.

Di bulan ramadhan dan menyambut idul ftri kali ini pemerintah mendorong UMKM untuk dapat semakin berkembang. Salah satu kelemahan yang ada selama  ini adalah masalah pemasaran.

Pemkab Sleman juga mendukung perluasan pemasaran terutama untuk memanfaatkan potensi pasar digital guna mengikuti perubahan pola konsumsi masyarakat. Untuk mempromosikan produk-produk UMKM, Pemkab Sleman juga memberikan fasilitasi pameran secara offline maupun online, membangun kemitraan dengan toko modern dan PHRI agar menjual dan menggunakan produk-produk UMKM Sleman. Penyelenggaraan pasar ramadhan atau pasar lebaran yang di selenggarakan baik di tingkat Kabupaten maupun di seluruh kapanewon  yang ada di Kabupaten Sleman.

Selain dengan konsep offline, pemasaran UMKM Sleman juga dilaksanakan dengan sistem online. Seperti tahun sebelumnya tahun ini hasil UMKM Sleman juga dipasarkan melalui Peken Digital (KenDi) Sembada. Pameran virtual KenDi Digital ini berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 14 April 2022 sampai dengan 15 Juli 2022. Tahun ini KenDi Digital diikuti oleh 277 pelaku UMKM Kabupaten Sleman.

Pemkab Sleman secara konsisten dan bertahap akan terus mendorong kemajuam UMKM Sleman. Semoga kedepan UMKM Sleman dapat  meningkatkan jangkauan pasar UMKM, mengoptimalkan media promosi,  serta menambah jejaring usaha UMKM. Mari bersama-sama kita borong bareng produk Sleman untuk mendukung  UMKM Sleman naik kelas. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved