Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Bondan Nusantara Berpulang, Dunia Seni Ketoprak Berduka

Dunia pertunjukan kesenian kethoprak berduka, setelah maestro asal DI Yogyakarta yakni Bondan Nusantara meninggal dunia, Rabu (20/4/2022).

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Suasana rumah duka maestro seni pertunjukan kethoprak, Bondan Nusantara di Kasongan, Rabu (20/4/2022) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM- Dunia pertunjukan kesenian kethoprak berduka, setelah maestro asal DI Yogyakarta yakni Bondan Nusantara meninggal dunia di kediamannya di Kasongan, Bantul, Rabu (20/4/2022) pada usia 69 tahun.

Ditemui di rumah duka, anak pertama Bondan Nusantara, Arcaya Menikotama mengatakan, kepergian sang ayah cukup mendadak.

Terlebih, sebelumnya sang ayah tidak mengeluhkan sakit apapun.

"Bapak itu sebelumnya tidak mengeluhkan sakit. Pagi seharusnya masih rapat di Dewan Kebudayaan. Sekitar pukul 09.00, bapak dibangunkan oleh ibu itu masih merespon, masih memberikan jawaban dan minta dibangunkan setengah jam lagi. Tapi hingga pukul 14.00, ketika ditengok lagi oleh ibu, bapak ternyata tidak juga bangun," ujar Arcaya Menikotama kepada Tribunjogja.com saat ditemui di rumah duka.

Baca juga: Kabar Artis : Libatkan Seniman Rajut Yogya, Begini Kisah Klip Lagu Hati Hati di Jalan Milik Tulus

Sangat banyak pesan dari sang ayah yang ia kenang.

Namun satu diantara yang paling membekas ialah, Bondan Nusantara memberikan kebebasan penuh kepada anak-anaknya untuk menentukan cita-citanya.

"Walaupun bapak itu maestro kethoprak, tapi beliau tidak pernah mengharuskan anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya. Saya sendiri sama sekali tidak berkecimpung di dunia seni kethoprak, tapi kalau diajak ikut menyaksikan sewaktu kecil itu sering. Bapak adalah sosok yang sangat menghargai keberagaman," ujar Arcaya.

Sementara itu, seniman kethoprak sekaligus anak didik, Agus Dygta mengungkapkan, kepergian Bondan Nusantara menjadi duka mendalam bagi insan seni kethoprak khususnya di Yogyakarta.

"Kami kehilangan seorang guru, sahabat, bapak dan teman diskusi. Beliau yang mengajarkan kepada saya membuat naskah dan beberapa kali sudah dipentaskan. Satu pesan yang saya ingat, bapak selalu mengatakan agar jangan pernah jeleh membuat karya, bagaimana pun jangan pernah lelah untuk terus belajar," kenang Agus Dygta.

Hal senada disampaikan murid didik Bondan Nusantara lainnya, Thomas Rian Jati Purnomo. Ia mengatakan, mengenal Bondan Nusantara sejak menimba ilmu di SMKI dan berlanjut di Tim Pengembangan Kethoprak (TPK) DIY.

"Pak Bondan merupakan guru yang sangat saya hormati, karena beliau yang mengajarkan saya budaya kethoprak, kedisiplinan dalam berproses, dan melakukan apapun itu dengan ikhlas. Pesan itu yang terus saya pegang teguh," ujarnya.

Anak didik lainnya, Petrus Loyal Bilyarta Martono mengungkapkan bahwa semalam, Selasa (19/4), ia masih bertemu dengan Bondan Nusantara untuk berlatih mempersiapkan agenda pementasan kethoprak "Nagih Janji"  yang rencananya akan digelar 11 Mei 2022 mendatang, di Taman Budaya Yogyakarta.

Baca juga: Cerita Seniman Boneka Bantul, Banjir Orderan Boneka Arwah dari Selebgram, Indigo, Paranormal

"Mungkin pertemuan semalam merupakan perpisahan, pamit dari beliau," sambung Petrus.

Dirangkum dari berbagai sumber, Bondan Nusantara sudah aktif mengikuti kethoprak keliling 'Dahono Mataram' semenjak lulus SMP tahun 1970.

Bakatnya diturunkan dari ibunya yang menjadi pemain kethoprak legendaris.

Bondan belajar menulis naskah kethoprak dari Handung Kussudarsana pada tahun 1980.

Naskahnya telah dimainkan dan disiarkan di beberapa radio di Yogyakarta, di antaranya di Rasia Lima, Retjo Buntung, dan MBS Kotagede.

Dia juga menulis naskah kethoprak sandiwara di TVRI sampai dengan 1999.

Dia juga menjadi sutradara dan penulis naskah untuk Komunitas Seni Dagelan Mataram Baru.

Pria kelahiran Yogyakarta, 6 Oktober 1952 ini berani membuat konsep pementasan Kethoprak Plesetan Sapta Mandala Kodam VII Diponegoro pada tahun 1991.

Banyak prestasi serta penghargaan pernah diraihnya, di antaranya sebagai Aktor Terbaik Festival Kethoprak se-DIY (1983); Sutradara Terbaik Festival Kethoprak antar Dati II se-DIY (1984-1986); Sutradara Terbaik Festival Pertunjukan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (1987); Juara III Penulisan Cerpen Bahasa Jawa se-Jawa Timur (1993).

Baca juga: Sebanyak 8 Seniman dan Budayawan di Kota Yogyakarta Diganjar Penghargaan oleh Pemkot 

Bondan Nusantara lahir pada 6 Oktober 1952  ini juga mempunyai sebuah buku yang isinya mengulas sepak terjangnya menjadi pemain, penulis skenario hingga pelestari kethoprak.

Buku setebal 448 halaman berjudul ''Bondan Nusantara: Mewajah Kethoprak Indonesia" ditulis Purwadmadi, berisi tentang mimpi besar Bondan yang tak ingin kesenian kethoprak mati.

Informasi dari sang putra, Bondan Nusantara sebelumnya sudah berpesan agar jenazahnya dikremasi ketika tutup usia.

Misa kebaktian rencananya akan diselenggarakan Kamis (21/4/2022) pukul 11.30 WIB di kediamannya di Jalan Kasongan, Kajen, Bangunjiwo, sedangkan proses kremasi dilakukan di Krematorium Yayasan Wahana Mulya, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta pada pukul 14.00 WIB.

"Setelah proses kremasi, abunya dibawa kembali ke rumah entah nanti 7 atau 40 hari. Setelah itu, bapak sudah berpesan kepada adik saya dan teman-teman pegiat seni ketoprak agar abunya dilarung," jelas Arcaya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved