Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Abdul Halim Semangat Membawa Bantul Masuk UNESCO Creative City Network

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyempatkan mengunjungi pelaku-pelaku industri kreatif di kawasan Desa Wisata Kasongan

Penulis: Agus Wahyu | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/AGUS WAHYU
KAGUM - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terlihat bangga melihat hasil produk kerajinan gerabah di kawasan Desa Wisata Kasongan Bangunjiwo, Kasihan Bantul, Kamis (14/4/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyempatkan mengunjungi pelaku-pelaku industri kreatif di kawasan Desa Wisata Kasongan, Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Kamis (14/4/2022).

Bupati Abdul Halim begitu antusias berupaya, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative City Network melalui keunggulan daya nilai tinggi hasil produk industri kreatif di Desa Wisata Kasongan Kasihan tersebut.

Semangat obsesi tinggi orang nomor satu di Kabupaten Bantul ini membawa Kabupaten Bantul ke dalam UNESCO Creative City Network ini, setelah Kota Projotamansari ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif Kriya Terkuat di Indonesia oleh Badan Ekonomi Kreatif Nasional pada 2017.

"Saat ini, kami tengah berupaya, agar Bantul sebagai kabupaten ekonomi kreatif ini, kami angkat ke tingkat dunia dengan mendaftarkan Bantul ke UNESCO sebagai salah satu Jejaring Kota Kreatif UNESCO," ucap Bupati Bantul Abdul Halim, saat berkunjung ke industri kreatif di Sentra Kerajinan Gerabah Kasongan Bantul, Kamis (14/4/2022).

Abdul Halim menyatakan, dengan masuk menjadi satu di antara Jejaring Kota Kreatif UNESCO di level internasional, Bantul dapat dikenal hingga kancah dunia.

Melalui berbagai industri kreatif dan ekonomi kreatif yang digeluti masyarakat, peluang memperluas jaringan ekonomi produk-produk hasil industri kreatif ini sangat besar.

"Yang pasti, ini akan makin menaikkan nilai jual produk industri kreatif, tentu saja menaikkan daya ekonomi masyarakat kreatif. Mudah-mudahan upaya ini akan semakin membuka pasar baru di dunia internasional, dan Bantul semakin dikenal sebagai kabupaten kreatif di kancah internasional," katanya.

Baca juga: Bupati Bantul Dukung BRTPD sebagai Tempat untuk Membina Anak yang Terlibat Kejahatan Jalanan

Baca juga: Bupati Bantul Yakin Taruna Tani Bantul Mampu Jadi Petani Milenial Sukses

Diketahui, Kabupaten Bantul yang meliputi 17 kecamatan terdapat beberapa sentra industri kreatif, misalnya kerajinan gerabah dan keramik Kasongan, sentra kerajinan batik di beberapa kecamatan, sentra kerajinan kayu, hingga industri bidang kuliner dan lain-lain.

Selain industri kreatif yang dikenal di dunia, dengan masuk ke Jejaring UNESCO itu, lanjut Abdul Halim, kedepan produk dan barang kreatif dari pelaku usaha Bantul semakin populer.

Bahkan, dari sisi pemasaran akan lebih mudah, begitu memasuki pasar dunia.

"Lantaran sifatnya network, jejaring kota-kota kreatif UNESCO di seluruh dunia, bisa saling tukar informasi. Pasti, kedepan akan terwujud kerja sama di bidang marketing. Dengan begitu, pangsa pasarnya pun semakin luas berkembang," tandas Bupati Bantul.

Abdul Halim mengatakan, melalui unggulan hasil produk kreatif, Bantul bisa berjejaring dengan kota-kota kreatif di dunia.

Di antaranya Montreal, Kobe, Nagoya, Shenzhen, Saint-Etienne, Seoul, Shanghai, Graz, Bilbao, Helsinki, Turin, Dundee, Puebla, Detroit, Singapura, Kaunas, Geelong, Kortrijk, Istanbul, Wuhan.

"Di sini pasti akan terjadi pertukaran informasi, misalnya produk industri kreatif apa yang dibuat di Bantul. Informasi ini lebih cepat karena dilakukan secara online, realtime bisa diterima mitra- mitra di dunia sebagai sesama kota kreatif," jelasnya yakin.

Sementara Abdul Halim menambahkan, di tingkat provinsi dan nasional, Bantul sudah masuk sebagai Kabupaten Kreatif Kriya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved