Berita Kulon Progo Hari Ini
Kasus Covid-19 Landai, Dinkes Kulon Progo Sebut Terkendala Proses Pelacakan
Proses pelacakan menjadi kendala yang ditemui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo dalam pendeteksian kasus Covid-19
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Proses pelacakan menjadi kendala yang ditemui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo dalam pendeteksian kasus Covid-19
Sehingga hal inilah yang kemudian menyebabkan kasus Covid-19 rendah belakangan terakhir ini.
Tercatat hingga Senin (11/4/2022) kemarin, hanya ada 61 kasus aktif dan 11 di antaranya dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat.
Baca juga: Cerita Ponpes Al-Islamy Kulon Progo Jadi Rumah Pecandu NAPZA dan Penderita Depresi Mental
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan proses pelacakan sulit dilakukan karena masyarakat menolak untuk dilakukan upaya tracing dan testing.
Mereka beranggapan tidak ada riwayat kontak erat usai bertemu dengan pasien Covid-19.
Padahal banyak di antara mereka yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).
"Sehingga hal ini yang menyebabkan kasus Covid-19 di Kulon Progo rendah akhir-akhir ini," kata Baning, Selasa (12/4/2022).
Kendati demikian, satuan tugas (satgas) Covid-19 Kulon Progo terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar mengikuti kegiatan vaksinasi. Terutama dosis ketiga atau vaksin booster.
Upaya ini untuk melindungi para lansia maupun penderita komorbid.
"Kegiatan vaksinasi dilayani di setiap puskesmas minimal tiga kali dalam seminggu. Dinkes juga dibantu oleh TNI maupun polri untuk percepatan vaksinasi," ucapnya.
Baca juga: Terdampak Tol Yogyakarta-Bawen, SDN 1 Banyurejo Minta Kejelasan Pembangunan Gedung Baru
Untuk diketahui, total cakupan vaksin booster di wilayah paling barat DIY per Senin (11/4/2022) kemarin mencapai 16,86 persen atau 63.760 orang dari 378.177 target sasaran.
Kalangan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) mencapai 146,20 persen atau 4.193 sasaran, Pelayanan Publik 25,99 persen atau 9.690 sasaran, Lansia 11,91 persen atau 7.509 sasaran.
Kemudian masyarakat umum dan rentan 20,72 persen atau 42.015 sasaran dan remaja 0,95 persen atau 352 sasaran. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-covid-19_15112021.jpg)