11 Tahun Tribun Jogja
PESAN Mendikbud Nadiem: Jurnalis Tribun Jogja Harus Semangat Dukung Perbaikan Kualitas Pendidikan
Nadiem menjadi keynote speaker di webinar nasional HUT ke-11 Tribun Jogja yang diselenggarakan, Senin (11/4/2022) dan disiarkan langsung di kanal
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi (Kemendikbud Ristek) Nadiem Makarim meminta jurnalis Tribun Jogja untuk tetap semangat mendukung perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia.
Nadiem menjadi keynote speaker di webinar nasional HUT ke-11 Tribun Jogja yang diselenggarakan, Senin (11/4/2022) dan disiarkan langsung di kanal YouTube Tribun Jogja Official bertema ‘Saatnya Mahasiswa Kembali ke Jogja’.
“Selamat ulang tahun. Semoga di usia yang semakin matang ini, rekan-rekan jurnalis di Tribun Jogja semakin semangat untuk mengedukasi masyarakat dan mendukung perbaikan kualitas pendidikan kita,” ujarnya.
Dia mengajak jurnalis untuk bergerak bersama mendukung program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka demi pemulihan dan akselerasi pendidikan tinggi Indonesia.
Nadiem juga membeberkan setidaknya ada dua problematika besar yang menghambat pendidikan di Indonesia dan sudah terjadi jauh sebelum pandemi.
“Pertama, adanya sekat dunia pendidikan dan industri serta yang kedua adalah masih rentannya kekerasan di dalam lingkungan perguruan tinggi kita,” kata Nadiem.
Baca juga: BEGINI Janji Rektor untuk Siapkan Kuliah Luring, Yuk Mahasiswa Kembali Studi di Yogyakarta
Dua hal tersebut, dilanjutkannya, membuat mahasiswa terkekang dan tidak merdeka untuk belajar dan berkembang sehingga pendidikan jalan di tempat.
Maka dari itu, Kemendikbudristek meluncurkan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang kunci keberhasilannya ada di tangan setiap rektor.
“Mahasiswa tertarik untuk ikut program MBKM, mereka ingin mendapat kesempatan untuk magang di perusahaan besar, kelas dunia, membantu guru-guru di daerah 3T atau ikut pertukaran mahasiswa,” terang Nadiem.
Maka, semua itu harus difasilitasi oleh kampus dengan MBKM.
Nadiem juga meminta para rektor untuk mengubah perspektifnya. Kampus bukan lagi ruang belajar menara gading tapi ruang adaptif untuk terus menerima perubahan, berkolaborasi lintas sektor.
“Begitupun upaya untuk memerdekakan kampus dari kekerasan. Saya yakin semua sudah mendengar tentang Permendikbudristek No 30 tahun 2021. Aturan ini bisa diimplementasikan dengan baik hanya ketika pemimpin perguruan tinggi ingin melindungi warga kampusnya dari kekerasan,” tukasnya.
Apabila rektor sudah memiliki pandangan terbuka, didukung masyarakat dan media, dia yakin persoalan pendidikan bisa teratasi dengan baik.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mendikbud-Nadiem-Makarim-Jurnalis-Tribun-Jogja-Harus-Semangat-Dukung-Perbaikan-Kualitas-Pendidikan.jpg)