Jogja Gelut Day
SIAP-SIAP! Erix Soekamti Buka Jogja Gelut Day, Cegah Klitih dengan Ring MMA
Klitih atau kejahatan jalanan yang sering terjadi di Yogyakarta menjadi salah satu hal yang ramai dibicarakan di media sosial.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Klitih atau kejahatan jalanan yang sering terjadi di Yogyakarta menjadi salah satu hal yang ramai dibicarakan di media sosial.
Banyak dari masyarakat yang menawarkan solusi untuk klitih. Salah satunya pentolan grup Endank Soekamti, Erix Soekamti.
Erix bersama ekosistem pergerakan sosialnya membuat ajang bernama Jogja Gelut Day.
Ajang ini mengadopsi olahraga yang diselenggarakan oleh Mixed Martial Arts (MMA), di mana para peserta bakal beradu fisik dengan beragam teknik seni bela diri.
“Kami memang sediakan panggung untuk diapresiasi banyak orang. Konsepnya nanti seperti konser musik,” ujar Erix ketika dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (10/4/2022).
Dia menjelaskan, pihaknya juga sediakan wasit dan tim medis berpengalaman yang memang disediakan saat menggelar olahraga seperti itu.
Uniknya, Erix tak hanya mengajak anak-anak yang berniat melakukan klitih untuk bertarung bebas saja, tapi juga menyediakan camp pelatihan sebelum bertanding.
“Ya kali aja ke depan mereka berminat diarahkan untuk menjadi atlet MMA,” tambahnya.
Di Instagram @jogja.gelut yang dia buat, ada keterangan bahwa pendaftaran Jogja Gelut Day akan dibuka tiga hari lagi atau sekitar Senin (11/4/2022).
Baca juga: VIRAL MEDSOS Erix Soekamti Bikin Jogja Gelut Day, Tantang Pelaku Klithih Jadi Pendekar Beneran
“Bakal distreaming ben kabeh weuh nek koe pancen jos,” tulis Erix di akun Instagramnya.
Dia juga melanjutkan postingan tentang klitih dengan memperlihatkan atlet-atlet MMA sedang mempertontonkan gaya tarungnya.
“Apa geng klitih berani daftar ikut #JogjaGelutDay? Yo jelas gak mungkin. Jangankan tanding, baru dateng ngaku klitih sudah langsung diciduk,” paparnya.
Erix mengatakan pihaknya melakukan usaha preventif. Menurutnya, apabila anak-anak sudah menjadi pelaku klitih, maka harus diberantas dan tugas tersebut sudah diambil pemerintah dan kepolisian.
“Lantas, bagaimana dengan yang belum? Bagaimana dengan anak-anak yang berpotensi mletek jadi klitihers? Kita semua seharusnya juga sama-sama berusaha menekan potensi regenerasi itu,” jelasnya.
Dia menilai, klitih tidak hanya bisa ditebang, tapi akarnya juga dicabut dengan memberikan ruang aktualisasi diri dan mendapat apresiasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Siap-siap-3-hari-lagi-pendaftaran-Jogja-Gelut-Day-dibuka.jpg)