Berita Kesehatan

Kencing Setelah Berhubungan Intim Bisa Turunkan Risiko Infeksi Saluran Kemih

Buang air kecil setelah aktivitas seksual bisa menjadi cara untuk membantu mencegah infeksi saluran kemih.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM - Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah masalah kesehatan yang umum terjadi. Keluhan kesehatan ini tidak nyaman dan biasanya memerlukan perawatan medis untuk mendapatkan antibiotik.

Untungnya, ada cara untuk mengurangi risiko ISK.

Salah satunya saran untuk buang air kecil setelah aktivitas seksual sebagai cara untuk membantu mencegah Infeksi Saluran Kemih.

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?

Infeksi saluran kemih adalah infeksi bakteri di bagian mana pun dari saluran kemih Anda.

Saluran kemih Anda adalah sistem organ yang saling berhubungan yang membuat dan menyimpan urin.

Bagian-bagian saluran kemih antara lain:

  • Ginjal: Organ yang menyaring limbah dari darah Anda dan mengubah limbah dan air menjadi urin.
  • Kandung kemih: Organ seperti kantung yang menyimpan urin sebelum meninggalkan tubuh Anda.
  • Ureter: Tabung tipis yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih.
  • Uretra: Sebuah tabung yang memungkinkan urin untuk dikeluarkan dari tubuh Anda.

Seseorang bisa mengalami infeksi di bagian manapun dari saluran kemih.

Jenis infeksi saluran kemih yang paling umum disebut sistitis, dan merupakan infeksi di kandung kemih.

Anda juga dapat mengalami infeksi di uretra yang dikenal sebagai uretritis. Infeksi pada ginjal dikenal sebagai pielonefritis dan merupakan jenis ISK yang paling parah.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih. Biasanya, ini terjadi ketika bakteri pada kulit atau dari dekat anus memasuki uretra.

Setelah bakteri masuk, ia dapat naik ke saluran kemih dan berkembang biak di dalam organ Anda.

Siapa pun bisa terkena ISK. Tetapi, karena perbedaan anatomi, wanita lebih mungkin terkena ISK daripada pria. Ini terjadi lantaran lubang uretra wanita dekat dengan anusnya, ada risiko bakteri berpindah dari satu area ke area lain.

Wanita juga memiliki uretra yang lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri dapat masuk lebih jauh ke dalam saluran kemih dalam waktu yang lebih singkat.‌

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih, antara lain:

  • Aktivitas seksual
  • Kehamilan
  • Usia (orang dewasa yang lebih tua dan anak kecil memiliki risiko ISK yang lebih besar)
  • Masalah fisik pada saluran kemih, termasuk pembesaran prostat
  • Tidak mengeluarkan kotoran setelah buang air besar
  • Perubahan pada vagina, termasuk menopause atau penggunaan spermisida, pelumas, atau douche.

Gejala dan Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Kebanyakan orang yang terkena ISK memperlihatkan gejala dan ketidaknyamanan. Untuk infeksi di saluran kemih bagian bawah, Anda mungkin mengalami beberapa atau semua hal berikut:

  • Sakit atau terbakar saat buang air kecil
  • Darah dalam urin
  • Urine keruh
  • Sering buang air kecil
  • Merasa ingin buang air kecil bahkan ketika kandung kemih Anda kosong
  • Sakit atau kram di perut bagian bawah
  • Jika infeksi ada di ginjal Anda, Anda mungkin juga merasakan demam dan kedinginan, sakit punggung, serta mual dan muntah.
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved