Berita Kriminal

VIRAL Pria Mengaku Oknum Polisi Berlaku Kasar hingga Pukul Kepala Driver Ojol, Begini Kronologinya

Dalam video yang diunggah akun Instagram @jktnewss, tampak oknum polisi berjaket hitam itu memukul kepala driver ojol.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Pria mengaku oknum polisi pukul driver ojol 

TRIBUNJOGJA.COM -  Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga oknum polisi memukul kepala seorang sopir ojek online (ojol) di Kedoya, Jakarta Barat beredar viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @jktnewss, tampak oknum polisi berjaket hitam itu memukul kepala driver ojol.

Tak hanya itu, oknum polisi juga meminta SIM dan STNK milik sang pengendara ojol dan menyitanya.

Terkait video viral tersebut Polda Metro Jaya angkat bicara.

Dilansir dari Tribunnews, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebutkan polisi sedang melakukan penyelidikan.

Polda Metro telah menemukan informasi bahwa pengemudi ojol yang dipukul oleh terduga anggota polisi tersebut bernama Pajar Nurdiansyah.

Dari keterangan Pajar, insiden ini bermula saat motor oknum polisi itu terjatuh tak jauh dari motornya.

Menurut Panjar, insiden itu terjadi pada 3 April 2022 sekitar pukul 16.00 WIB.

"Kejadiannya itu Minggu (3/4/2022) ya. Jadi korban sedang mengantarkan paket dari Grogol ke Kebayoran Baru Setibanya di Jalan Kedoya Raya Jakarta Barat, ada seorang pengendara motor, tepatnya berada di sampingnya terjatuh dari motornya," ungkap Kombes Zulpan dikutip dari Tribunnews, Rabu (6/4/2022).

Zulpan menyebut, usai terjatuh di dekat Pajar, oknum polisi itu berlaku kasar.

Bahkan memaki-maki korban tanpa alasan yang jelas dan menghentikannya ke pinggir jalan.

"Pelaku menjelaskan kepada Pajar bahwa dirinya merupakan anggota Polri sambil mengeluarkan senjata api, selanjutnya memukul kepala Pajar dan meminta SIM serta STNK dan membawanya pergi," terangnya.

Karena takut dan kebingungan, korban lantas meminta bantuan rekan sesama ojol untuk mengikuti pelaku hingga ke daerah Kembangan, Jakarta Barat.

Namun, korban malah diminta uang senilai Rp1 juta untuk mengambil SIM dan STNK korban.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved