Memasak Sambil Karaoke, Pedagang Makanan Kesetrum Hingga Tergeletak Sambil Pegang Mikrofone

Korban diduga tersengat listrik saat asik bernyanyi sambil memasak di warungnya.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Korban dibawa ke Puskesmas Toili II sesaat setelah tersengat listrik. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANGGAI - Senin (4/4/2022) sekitar pukul 13.40 Wita kemarin menjadi hari yang memilukan bagi keluarga HY (20), warga Desa Marga Kencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Bagaimana tidak, pemuda yang sehari-hari berprogesi sebagai pedagang kuliner ini meninggal dunia setelah sempat berkaraoke ria sambil memasak di warung miliknya.

HY ditemukan kejang-kejang sambil memegangi mikrofone yang digunakannya untuk bernyanyi.

Korban diduga tersengat listrik saat asik bernyanyi sambil memasak di warungnya.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa HH tidak dapat diselamatkan.

HY dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke Puskesmas Toili II.

Peristiwa memilukan ini bermula saat korban memasak sambil berkaroke ria di warungnya.

Tak selang berapa lama, tetangga korban mendengar bunyi letupan dan benturan.

Baca juga: Polres Bantul Tangkap Remaja yang Terlibat Tawuran di Pandak

Baca juga: Kekerasan Jalanan Merebak Lagi, Wawali Kota Yogya Minta Masyarakat Lakukan Pengetatan Wilayah

Mendegar suara tersebut, tetangganya langsung mendatangi warung korban.

“Karna warung belum dibuka, saksi mengintip dari sela-sela pintu.

Saksi kaget melihat korban tergeletak di lantai dalam keadaan kejang-kejang sambil memegang microphone,” kata Kapolsek Toili Iptu Tonny, Selasa (5/4/2022).

Warga setempat yang mendengar teriakan minta tolong dari tetangga korban langsung membawa korban ke Puskesmas Toili untuk mendapatkan pertolongan medis.

Tonny mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan medis sekitar pukul 15.10 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Menurut keterangan dari dokter pemeriksa bahwa pada saat korban dibawa ke Puskesmas Toili II sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan dugaan korban meninggal dunia akibat sengatan listrik karena pada dada sebelah kanan korban terdapat luka bakar atau lebam.

Sementara itu, keluarga korban menolak untuk diotoupsi dan dibuktikan dengan surat penyataan. (*)

 

 

Sumber: Tribun Palu
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved