Apa Itu Varian Baru Covid-19 Omicron XE? Ini Penjelasan Ahli
Omicron XE dikenal sebagai rekombinan, artinya pada dasarnya merupakan campuran dari dua virus atau varian yang berbeda dengan karakteristik keduanya.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Varian COVID hibrida yang dikenal sebagai Omicron XE telah memicu kehebohan selama seminggu terakhir.
Namun para ahli telah memperingatkan orang untuk tidak terlalu khawatir karena variannya bahkan tidak terlalu baru.
Omicron XE dikenal sebagai rekombinan, artinya pada dasarnya merupakan campuran dari dua virus atau varian yang berbeda dengan karakteristik keduanya.
Secara khusus, XE adalah campuran dari dua varian subtipe Omicron BA.1 dan BA.2.
Rekombinan terjadi ketika seseorang terinfeksi dengan dua virus yang berbeda, seperti varian COVID, pada saat yang sama, menyebabkan virus bercampur ketika mereka bereplikasi.
XE adalah salah satu dari tiga rekombinan yang diberi nama oleh para peneliti baru-baru ini, dengan yang lainnya adalah XD dan XF.
Dua yang terakhir adalah campuran Omicron dan Delta yang tampaknya tidak menyebar sebanyak XE.
XE dan XF telah ditemukan di Inggris, sedangkan XD telah ditemukan di negara lain di Eropa.
Data Google Trends menunjukkan peningkatan permintaan mesin pencari baru-baru ini untuk "varian COVID baru", tetapi perlu dicatat bahwa XE pertama kali terdeteksi pada 19 Januari, jadi sudah ada selama berbulan-bulan.
Dalam pembaruan epidemiologi yang diterbitkan pada 29 Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa XE lebih cepat berkembang 10 persen dibandingkan sub-varian Omikron BA.2 yang dominan saat ini, yang berarti dapat menyebar sedikit lebih cepat. Setidaknya ada 600 urutan pada saat itu.
Namun, Jeremy Kamil, profesor mikrobiologi dan imunologi di Louisiana State University Health Shreveport, meminta orang untuk tidak khawatir tentang XE dan berhati-hati terhadap kabar berlebihan yang ada.
"Secara keseluruhan saya merasa sangat mengecewakan dan tidak membantu betapa banyak orang yang terlalu heboh dengan varian ini," katanya, dikutip Tribun Jogja dari Newsweek.
"Mereka menarik secara ilmiah tetapi sebagian besar tetap menjadi keingintahuan di samping gelombang Omikron BA.2 / BA.1 / BA.1.1 keseluruhan.
“Ini sama sekali tidak mungkin menimbulkan ancaman khusus atau unik dan kita tidak boleh memperlakukan mereka seolah-olah mereka melakukan.
"XE pada dasarnya adalah garis keturunan BA.2 Omicron yang membawa sepotong BA.1 di ujung depan genomnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/grafis-hl.jpg)