Berita Gunungkidul Hari Ini
Awal Ramadan, Harga Telur Hingga Daging Ayam di Gunungkidul Alami Kenaikan
Sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan harga di awal puasa Ramadan ini. Tingginya permintaan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan harga di awal puasa Ramadan ini.
Tingginya permintaan menjadi faktor utama penyebab kenaikan tersebut.
Adapun Senin (04/04/2022) ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan bapok di Gunungkidul.
Pemantauan dilakukan bersama Bupati Gunungkidul Sunaryanta.
Baca juga: Sebanyak 1,6 Juta Warga Kabupaten Magelang sudah Disuntik Vaksin Covid-19
"Kenaikan harga bapok di Gunungkidul hampir sama dengan di Sleman, yang sudah kami pantau minggu lalu," ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah DIY Tri Saktiyana.
Menurut Tri, kenaikan paling mencolok terjadi pada minyak goreng, baik curah maupun kemasan.
Meski demikian, kenaikan ini terjadi lebih karena minyak goreng kini dikenakan harga keekonomian, berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per liter.
Adapun komoditas yang mulai merangkak naik adalah telur ayam, harganya saat ini antara Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu per kilogram di tingkat penyalur.
Selain karena permintaan, kenaikan juga terjadi karena naiknya harga pakan untuk produksi ayam petelur.
"Karena harga pakannya naik, otomatis harga telur di pasaran ikut naik, tapi kenaikannya masih terbilang wajar," ujar Tri.
Selain telur ayam, harga daging ayam negeri hingga cabai turut melonjak.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul, Sigit Haryanto.
Menurutnya, harga daging ayam terpantau naik cukup tinggi dari yang sebelumnya Rp 35 ribu jadi Rp 38 ribu per kg pada hari ini.
Begitu pula dengan cabai rawit merah dan hijau.
"Cabai rawit hijau hari ini naik jadi Rp 30 ribu dari yang sebelumnya Rp 20 ribu per kg, begitu juga rawit merah dari Rp 40 ribu jadi Rp 50 ribu per kg," papar Sigit.
Baca juga: Pelajar SMA di Kota Yogyakarta Jadi Korban Klitih Hingga Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Gunungkidul-Sunaryanta-Senin-04042022.jpg)