BPIP RI Ajak Masyarakat Jaga Keberagaman Lewat Medsos
Tema besar yang diangkat adalah Penggunaan Media Sosial dalam Membangun Moderasi Beragama di Era Revolusi Industri 4.0.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
"Peran tokoh-tokoh agama penting, karena akar dari ajaran agama itu sendiri yang universal yaitu kemanusiaan.
Lebih proaktif mengisi sosial media dengan ajaran agama,"lanjutnya.
Dari akademisi, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A. menyebut menurut penelitian netizen Indonesia paling banyak melakukan perundungan se-Asia Tenggara.
Banyak orang yang menjadi korban perundungan di media sosial.
"Diharapkan menahan diri, memberi ruang pendapat. Sering beri apresiasi. Yang terjadi adalah yang berbeda dengan pendapat adalah dipojokkan sehingga menimbulkan trauma,"ujarnya.
Dengan adanya media sosial, influencer memang sosok yang memberikan pengaruh. Tetapi influencer jangan hanya mencari popularitas dan kontroversi agar terkenal.
Menurut dia, dunia maya bukan dunia yang sesungguhnya. Sehingga yang ditampilkan bisa jadi berbeda dengan dunia nyata.
"Influencer karena sosok berpengaruh jangan cari cara seperti itu agar diikuti. Tetapi masyarakat juga harus pintar mencari sosok pengikut. Kalau yang negatif ya nggak usah diikuti,"imbuhnya. (maw/*)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dialog-kebangsaan-BPIP-di-Royal-Ambarrukmo.jpg)