Berita Bisnis Terkini
PT Johnson & Johnson Indonesia Teruskan Gerakan ‘United Against TB’ dengan Luncurkan TB Warriors
Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2022, PT Johnson & Johnson Indonesia memulai gerakan sosialisasi ‘Bersatu Melawan TBC'.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com – Johnson & Johnson mengambil pendekatan holistik dalam upaya menuju wilayah Asia Tenggara tanpa Tuberkulosis (disingkat TB atau dikenal juga dengan sebutan TBC) melalui peningkatan deteksi kasus, pelatihan profesional perawatan kesehatan untuk mengelola TBC dan TBC RO (disebut juga sebagai MDR TB / Multi Drug Resistant TB) dengan lebih baik.
Tahun lalu, Johnson & Johnson Global Public Health, bersama dengan Program Tuberkulosis Nasional Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, sukses menyelenggarakan Forum Tuberkulosis Asia-Pasifik 2021 (Asia-Pacific Tuberculosis Forum 2021).
Forum yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 30 November dan 7 Desember 2021 tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk mendorong kemajuan regional menuju penghentian Tuberkulosis (TBC) – yang, meskipun dapat dicegah dan diobati, tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di wilayah Asia-Pasifik.
Dengan tema ‘Bersatu Melawan TBC’ (United Against TB), forum virtual dalam dua hari tersebut dihadiri oleh hampir 500 peserta, termasuk para pemimpin, pembuat kebijakan, LSM, dan dokter dari seluruh wilayah Asia-Pasifik.
Baca juga: Johnson & Johnson Indonesia Rayakan Akhir Tahun untuk Apresiasi Dukungan Media
Pembicara dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam berbagi praktik terbaik, pembelajaran, tantangan, dan rekomendasi lokal, dengan tujuan bersama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakhiri TBC pada tahun 2030.
Dalam memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2022, PT Johnson & Johnson Indonesia secara resmi mengumumkan dimulainya gerakan sosialisasi ‘Bersatu Melawan TBC’ (United Against TB) yang memberdayakan kaum muda sebagai generasi untuk turut mendukung upaya penanggulangan TBC di Indonesia.
Gerakan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, membantu meningkatkan deteksi dini, membuka akses perawatan kepada pasien yang tidak terdiagnosis dengan cara meningkatkan pemahaman generasi muda tentang penyakit ini, mendorong mereka untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat secara aktif, serta mengadvokasi orang-orang di sekitar mereka.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030, program ini juga merupakan bagian dari komitmen PT Johnson & Johnson Indonesia dalam mendukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menekan angka penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, terlebih pada masa pandemi saat ini.
Inisiatif pertama dari beberapa inisiatif diantaranya adalah dengan meluncurkan program gamifikasi TB Warriors (Pejuang TBC) – berupa empat filter interaktif untuk Facebook dan Instagram – dan situs web edukasi TBC yang menyediakan sumber daya dan informasi bagi kaum muda tentang TBC dengan cara yang menyenangkan dan menarik.
Baca juga: PT Johnson & Johnson Indonesia Lanjutkan Komitmen untuk Kampanye Kesadaran Depresi
Dalam beberapa bulan mendatang, kaum muda di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dapat menantikan hadirnya permainan (game) berbasis-web yang diberi nama TB Warriors, serta hackathon untuk solusi inovatif dan kreatif yang dapat menginspirasi perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan anak muda sebagai upaya pencegahan dan promosi kesehatan agar terhindar dari TBC.
Sosialisasi ini menyasar usia produktif, terutama generasi muda atau millennials usia 18-28 tahun yang berperan sebagai target sekaligus katalisator untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan seputar TBC.
Jejaring sosial yang dimiliki dapat memberikan pengaruh yang luar biasa, sebagai katalis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengaktifkan partisipasi mereka sebagai agen perubahan dalam memerangi TBC.
Meskipun dapat disembuhkan dan dapat dicegah, TBC masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia, karena banyak yang tidak memahami pentingnya deteksi dini.
Asia Tenggara sebenarnya membawa beban tertinggi untuk TBC secara global; sebanyak 4 dari 10 orang dengan TBC di wilayah tersebut tidak terdiagnosis dan tidak diobati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PT-Johnson-Johnson-Indonesia-Teruskan-Gerakan-United-Against-TB-dengan-Luncurkan-TB-Warriors.jpg)