Berita Bisnis Terkini
PLN Optimis Bisa Capai Bauran EBT 23 Persen pada 2025, Dirut Darmawan: Inovasi akan Menang
Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) memastikan pihaknya akan mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Dengan peningkatan konsumsi listrik sebesar 5 persen per tahun, tanpa upaya interupsi, maka di tahun 2060, emisi karbondioksida bisa naik menjadi 920 juta ton per tahun.
“Maka, dengan adanya instruksi netral karbon pada 2060, peningkatan emisi dapat dihindari,” papar Darmawan lagi.
Lebih lanjut, sambungnya, pengurangan emisi ini menjadi pekerjaan besar bagi PLN.
Selain tekad, diperlukan juga biaya untuk membangun infrastruktur pendukung energi baru dan terbarukan.
“Kami butuh USD 500 miliar untuk investasi EBT ini. PLN tidak bisa melakukan sendiri, perlu kerja sama berbagai pihak untuk menentukan kebijakan, strategi, implementasi, persiapan teknologi dan lainnya,” tutur Darmawan.
EBT yang memerlukan investasi besar itu membawa rasa optimis bahwa Indonesia bisa mencapai bauran EBT sebanyak 23 persen pada 2025.
Darmawan juga menjelaskan, pihaknya memiliki rencana dengan membangun teknologi BESS.
“Kita gunakan CCUS, angin, solar, panas bumi. Kita manfaatkan semua sumber daya yang dimilik,” tandasnya.
Sementara, Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengungkapkan target pembangunan EBT PLN mencapai 51,6 persen atau sebesar 20,9 Giga Watt (GW) pembangkit EBT hingga tahun 2030.
Rinciannya, 10,4 GW berupa pembangkit hidro, 3,4 GW pembangkit geotermal, 4,7 GW pembangkit solar photovoltaic (PV) dan yang lainnya 2,5 GW.
“Pengembangan 4,7 GW pembangkit solar PV ini tentunya termasuk program dedieselisasi, yakni konversi PLTD dengan PLTS secara hybrid,” terangnya.
Pihaknya berencana mengonversi 499 Mega Watt (MW) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke pembangkit EBT.
Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Mobil Listrik Rakitan Indonesia, PLN Siap Mendukung Infrastruktur
Dengan konversi pembangkit berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut, maka PLN bisa mengurangi konsumsi BBM sebesar 67 ribu kiloliter (kl).
“Diharapkan, adanya program konversi PLTD total 499 MW ke EBT ini dapat menurunkan emisi karbondioksida sebesar 0,3 juta ton dan meningkatkan bauran energi EBT sebesar 0,15 persen,” paparnya.
Dilanjutkannya, PLN kini memiliki 5.200 unit PLTD yang tersebar di 2.130 lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PLN-Optimis-Bisa-Capai-Bauran-EBT-23-Persen-pada-2025-Dirut-Darmawan-Inovasi-akan-Menang.jpg)