Mari Kita Jaga Air untuk Anak Cucu Kita

Air tanah merupakan sumber daya yang paling banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti air minum, irigasi pertanian atau perikanan

blog.mesin77.com
Ilustrasi 
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa (ist)

 

*Oleh: Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa

SETIAP tahun, tanggal 22 Maret diperingati sebagai hari air sedunia. Tahun 2022 ini, peringatan Hari Air sedunia mengambil tema  "Groundwater: making the invisible, visible". Dari tema tersebut,  diadaptasi menjadi Tema nasional peringatan Hari Air menjadi “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan”  Tema tersebut menunjukkan pentingnya pemanfaatan maupun pengelolaan air tanah secara luas. 

Air tanah merupakan sumber daya yang paling banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti air minum, irigasi pertanian atau perikanan, sistem sanitasi, maupun kebutuhan industri. Selain itu air tanah memiliki arti penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk menjaga kelestarian air sehingga tidak terjadi krisis air bersih di masa mendatang.

Kabupaten Sleman yang terletak di lereng gunung merapi juga mempunyai posisi strategis terkait air tanah, khususnya untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa wilayah Sleman  merupakan daerah resapan air yang penting dalam pelestarian air tanah. Pemkab Sleman berusaha untuk tetap menjaga wilayah resapan air untuk menjaga kuantitas dan kualitas air tanah yang ada.

Perubahan pemanfaatan tanah menjadi salah satu yang menjadi perhatian serius Pemkab Sleman. Dengan adanya Rencana Tata Ruang dan Wilayah dan Rencana Detail Tata Ruang yang ada menjadi salah satu pijakan Pemkab Sleman untuk menjaga perubahan pemanfaatan tanah di wilayah Kabupaten Sleman.

Selain itu, Pemkab Sleman secara konsisten dan bertahap senantiasa mengupayakan pengelolaan sumber daya air melalui penanaman pohon, pengelolaan sungai, pengelolaan mata air, pembuatan sumur resapan, pembangunan embung dan pembangunan bendung. 

Hingga tahun 2021 sumber daya air alami yang teridentifikasi sejumlah 70 sungai dan 373 mata air. Sedangkan sumber daya air buatan yang terbangun d Kabupaten Sleman sejumlah 29 embung. Keberadaan sumber daya air sangat penting, terutama sebagai  konservasi air mengingat ketersediaan air juga merupakan kunci dari tercapainya kemandirian dan kedaulatan pangan. 

Dari 373 mata air yang teridentifikasi, mata air yang berada kondisi baik sejumlah 186 mata air. Hal tersebut menunjukan bahwa jumlah mata air yang kondisi kurang baik lebih banyak. Ini menjadi keprihatinan kita bersama untuk tetap menjaga mata air di Kabupaten Sleman agar tidak berkurang dari tahun ketahun. Salah satu upaya Pemkab Sleman untuk menjaga mata air adalah melakukan Gerakan Penghijauan dengan penanaman pohon di sekitar sumber mata air. 

Peringatan Hari Air ini juga menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan dalam upaya meningkatkan daya dukung dan fungsi lahan sehingga berfungsi optimal menjaga ketersedian air bersih untuk masyarakat.

Namun tentu saja usaha-usaha Pemkab Sleman tidak akan optimal tanpa dukungan masyarakat maupun swasta. Untuk itu saya mengajak masyarakat Sleman maupun perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Sleman untuk bersama-sama melestarikan air di wilayah kita. Air untuk kehidupan, oleh karena itu mari kita jaga sumber air untuk anak cucu kita. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved