Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bantul Lolos 16 Besar PPD 2022, Bupati Abdul Halim Paparkan Inovasi Jamu dan Rumah Pilah

Pemerintah Kabupaten Bantul masuk nominasi 16 besar kabupaten di Indonesia dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022

Tayang:
Dok : Tribun Jogja / Pemkab Bantul
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengikuti rangkaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022 secara daring. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul masuk nominasi 16 besar kabupaten di Indonesia dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

"Alhamdulillah Kabupaten Bantul masuk ke 16 besar, se-Kabupaten di Indonesia dalam bidang perencanaan pembangunan. Sebelumnya sudah diseleksi, dari seluruh Kabupaten, kita terbaik 16 nasional. Setelah itu dilakukan seleksi lagi untuk dipilih 10 besar. Setelah sepuluh besar, diambil tiga besar juara," kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih usai melakukan presentasi dan wawancara dengan tim penilai, Selasa (21/03/2022).

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang mengikuti tahap penilaian menuturkan Pemkab Bantul terus berkomitmen memperbaiki sistem pemerintahan melalui berbagai program dan inovasi yang menghasilkan perubahan dan perbaikan bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Bantul.

Dalam rangkaian proses penilaian, tim dari Pemkab Bantul memaparkan mengenai proses perencanaan pembangunan tahun 2022 serta inovasi yang diusulkan di hadapan Tim Penilai Umum (TPU) dan Tim Penilai Independen (TPI) dari PPD di tingkat nasional.

"Kita berharap dengan upaya kita memperbaiki dari segala aspek ini, kita akan menjadi yang terbaik. Tetapi tentu harus memiliki impact yang baik kepada masyarakat. 

Segala perbaikan ini sudah disesuaikan dengan permasalahan yang di tengah masyarakat," katanya.

Usai pemaparan, tim penilai tertarik dengan inovasi pengembangan dan pemberdayaan peroduksi jamu di Kabupaten Bantul

"Kita punya banyak sekali inovasi. Karena batasnya waktu, kita tidak mungkin paparkan semuanya," kata Halim. 

Pemkab Bantul memiliki inovasi pengembangan produksi jamu untuk mengurangi angka pengangguran serta peningkatan ekonomi di tengah pandemi.  

Saat ini, sudah ada sembilan kapanewon dengan jumlah sekitar 400 pengusaha jamu tradisional. Pengembangan produksi jamu ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

"Ke depan, rencananya Kecamatan Imogiri dan Dlingo kita jadikan sentra suplier bahan baku, pertanian biofarmaka akan kita tanam di Dlingo dan imogiri, untuk menyuplai kebutuhan bahan baku jamu," jelasnya. 

Selain itu, juga tim penilai juga bertanya mengenai program pengelolaan sampah melalui rumah pilah sampah di tiap desa. 

Seperti diketahui, Pemkab Bantul mendorong warga di tingkat desa atau kalurahan untuk membuat "rumah pilah sampah mandiri" guna melatih warga mengelola sampah dengan cara dipilah sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Saat ini, di Kabupaten Bantul telah terdapat 40 rumah pilah mandiri tersebat di sejumlah desa. Rumah pilah tersebut terbukti mampu mengurangi jumlah sampah yang disetorkan ke tempat pembuangan akhir di Piyungan. 

"Kita menginginkan masalah sampah ini selesai di desa. Misalnya, sisa makanan bisa dimanfaatkan untuk pakan magot, magotnya bisa untuk pakan ternak. Sedangkan sampah non organik, kertas, plastik, kaca, bisa kita pilah untuk dijual. Tetapi ini semua butuh proses," kata Halim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved