Update Berita Gunung Merapi

Usai Meluncurkan Awan Panas Terjauh, Aktivitas Gunung Merapi Melandai

Gunung Merapi tak meluncurkan awan panas sejak Jumat pagi namun terpantau melontarkan puluhan guguran lava pijar.

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM | Setya Krisna Sumarga
Ilustrasi Gunung Merapi dilihat dari kawasan Kaliurang 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Usai sempat memuntahkan awan panas terjauhnya sejak memasuki fase erupsi November 2021 lalu, Aktivitas Gunung Merapi pada Jumat (11/3/2022) siang kembali melandai.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) Yogyakarta menyebut Gunung Merapi tak meluncurkan awan panas sejak Jumat pagi namun terpantau melontarkan puluhan guguran lava pijar.

Kepala BPPTKG Yogyakarta , Hanik Humaida merinci, pada pukul 00.00-06.00 WIB, Merapi meluncurkan 15 kali guguran lava pijar.

Sebanyak 11 guguran mengarah ke barat daya dengan jarak maksimum sejauh 1.800 meter.

Baca juga: Ratusan Relawan dari 5 Kalurahan di Cangkringan Sleman Bersiaga Antisipasi Erupsi Gunung Merapi

Sedangkan 4 guguran meluncur ke tenggara dengan jarak maksimum sejauh 1.000 meter.

"Kemudian pada pukul 06.00-12.00 Merapi kembali meluncurkan 4 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng," terang Hanik, Jumat (11/3/2022).

Sepanjang pemantauan, asap kawah bertekanan lemah teramati dari puncak Gunung Merapi .

Asap putih tersebut berintensitas sedang hingga tebal dan menjulang setinggi 20-50 meter di atas puncak kawah.

Kendati melandai, status Gunung Merapi masih berada di level 3 atau Siaga.

Baca juga: Cerita Saksi Mata Lihat Awan Panas Gunung Merapi: Terdengar Suara Seperti Air Mau Mendidih 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Hanik meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Juga mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi .

"Juga perlu mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi ," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved