Gunung Merapi
Gunung Merapi Keluarkan Suara Seperti Air Mendidih, Kesaksian Kepala Dukuh
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Rabu tengah malam dan Kamis dinihari
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Kamis dini hari, situasi kembali melandai.
Pukul 02.00 pagi, Wondo bersama istri dan sebagian warga Kalitengah Lor yang sempat mengungsi memilih kembali ke rumah.
Sebagian lain ada juga yang tetap bertahan di Balai Kalurahan Glagaharjo.
Menurutnya, Jarak pemukiman di Kalitengah lor dengan puncak Gunung Merapi hanya sekitar 3,5 kilometer namun dinihari itu Ia memberanikan diri kembali.
Sebab, kata dia, warga setempat sudah hafal tanda-tanda bahaya Merapi erupsi.
Kapan harus mengungsi maupun kapan kembali.
"Jam 02.00 saya pulang ke rumah dan kembali tidur," kata dia.
Saat ini semua warga Kalitengah Lor sudah kembali ke rumah masing-masing.
Catatan BPPTKG Yogyakarta
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) menjelaskan proses terbentuknya Awan Panas Guguran (APG) dari Gunung Merapi yang terjadi semalam dan dini hari tadi, Rabu-Kamis (9-10/3/2022).

Diketahui, BPPTKG mencatat ada Awan Panas Guguran Gunung Merapi yang terjadi pada pukul 23.18, 23.29, 23.38, 23.44, 23.53, Waktu Indonesia Barat (WIB), Rabu (9/3/2022).
Awan Panas Guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 75 mm dan durasi maksimal 570 detik.
Jarak luncur 5 km ke arah tenggara. Arah angin ke barat laut.
Kemudian, dalam pengamatan selama enam jam, mulai 00.00-06.00 WIB, Kamis (10/3/2022), BPPTKG juga mencatat, ada 11 kali Awan Panas Guguran Gunung Merapi yang terjadi.
Awan Panas Guguran terjadi pada waktu 00.22, 00.54, 01.00, 01.22, 01.35, 01.59, 02.07, 02.43, 02.58, 03.00, dan 04.43 WIB.