Erupsi Gunung Merapi

Sejumlah Desa di Magelang Diguyur Hujan Abu Merapi, Tanaman Pertanian Terancam Gagal Panen 

Petani pasrah tidak bisa memanen cabai yang ditanam di lahan seluas 10000 meter persegi.  

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Seorang warga Desa Paten, Kecamatan Dukun saat memperlihatkan tanamannya yang terkena abu Merapi, Kamis (10/03/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Imbas guyuran  hujan abu tipis Gunung Merapi yang terjadi sejak Rabu (09/03/2022) malam, membuat sebanyak 10 desa di Kabupaten Magelang terdampak.

Satu di antaranya Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com , akibat hujan abu vulkanik Gunung Merapi jalanan aspal  menuju desa  yang semula berwarna hitam berubah keputihan, diselimuti abu.

Begitupun, dengan atap-atap rumah milik warga setempat.

Baca juga: Sekilas Cerita Suasana di Kalitengah Lor Saat Gunung Merapi Erupsi Malam Tadi

Tak hanya itu, guyuran hujan abu juga mengenai pertanian milik warga  membuat tanaman menjadi rusak dan terancam gagal panen.

Seperti yang dialami Nur Yamni, warga Dusun Babadan 1, Desa Paten , Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang sehari-hari bekerja sebagai petani cabai.

Dirinya pasrah tidak bisa memanen cabai yang ditanam di lahan seluas 10000 meter persegi.  

"Tidak bisa dipanen, padahal tinggal sebulan lagi mau dipanen. Ambruk (patah) karena abu vulkanik,"ujarnya.

Padahal, menurutnya  harga cabai sedang naik.

Untuk cabai keriting bisa seharga Rp35 ribu per kilogram sedangkan cabai rawit seharga Rp 45 ribu per kilogram.

"Kalau panen biasanya bisa 3 kuintal-an, tapi ya ini gak bisa dipanen,"tuturnya.

Hal serupa pun dirasakan Wartina (54) warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Ia mengatakan, tanaman cabai  dan sayuran miliknya juga rusak imbas guyuran hujan abu Merapi.

"Ya, gagal panen  ini soalnya kan baru juga berbunga (cabainya). Ini, sudah pada layu bunganya berjatuhan. Gak bisa berbuah lagi. Begitupun, sayur seperti kol, sawi , caisim juga rusak karena daunnya penuh sama abu ,"ujarnya.

Baca juga: BPBD Magelang Sebut Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi Belum Mengancam Pemukiman Warga

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved