Gagal Capai Komitmen, Ini Komentar Menlu Rusia dan Ukraina Setelah Pertemuan Tingkat Tinggi di Turki

Lavrov disebut tidak memberikan jawaban ketika Dmytro Kuleba mengajukan permintaan terkait genjatan senjata

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
instagram @ukraine.ua
POTRET Menyayat Hati RS Bersalin dan Anak di Mariupol Ukraina yang Hancur Dirudal Rusia, 17 Pasien Terluka 

TRIBUNJOGJA.COM - Permintaan sederhana Ukraina yang disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov seperti bertepuk sebelah tangan. Lavrov disebut tidak memberikan jawaban ketika Dmytro Kuleba mengajukan permintaan terkait genjatan senjata. 

Kedua menteri luar negeri itu pun memberikan keterangan kepada media setelah pertemuan di Turki tersebut. Pernyataan kedua pihak dilakukan secara terpisah. 

Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ini digelar di Turki pada Kamis (10/3/2022). Pembicaraan di dalamnya adalah ihwal gencatan senjata di Ukraina.

Ini merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama di Antalya, Turki, sejak Moskwa menginvasi Ukraina pada 24 Februari, sebagaimana dilansir Reuters.

Komentar Menlu Ukraina

Dalam keterangannya, Kuleba mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan mereka di Turki bahwa situasi paling kritis adalah di kota pelabuhan selatan, Mariupol.

Dia menambahkan, Lavrov tidak berkomitmen pada koridor kemanusiaan di sana dan tidak ada kemajuan dalam menyetujui gencatan senjata yang lebih luas.

"Saya mengajukan permintaan sederhana kepada Menteri Lavrov: Saya dapat memanggil menteri, otoritas, presiden Ukraina saya sekarang dan memberi Anda jaminan 100 persen tentang jaminan keamanan untuk koridor kemanusiaan," kata Kuleba.

"Aku bertanya padanya 'bisakah kamu melakukan hal yang sama?' dan dia tidak menjawab," lanjut Kuleba.

Pernyataan Menlu Rusia

Pada konferensi pers terpisah, Lavrov mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menolak pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membahas masalah "spesifik".

Lavrov menambahkan, Rusia tidak pernah ingin bergantung pada negara atau perusahaan Barat lagi.

Dia juga menuturkan bahwa Barat memanfaatkan Ukraina untuk melemahkan Rusia dan menciptakan situasi berbahaya di kawasan tersebut yang akan bertahan selama bertahun-tahun.

Selain itu, Lavrov juga menanggapi kecaman Kyiv atas pengeboman pada Rabu (9/3/2022) di rumah sakit bersalin di Mariupol.

Lavrov mengatakan, bangunan itu tidak lagi digunakan sebagai rumah sakit dan telah diduduki oleh pasukan Ukraina.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved